


Maumere-SuaraSikka.com: Fraksi Partai Gerindra mendesak Kejaksaan Negeri Maumere melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) atas Proyek Pengadaan Trafo Listrik senilai Rp 1,8 miliar di IGD RSUD TC Hillers Maumere.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Fabianus Toa, anggota Fraksi Partai Gerindra menegaskan Kejari Maumere perlu segera melakukan penyelidikan karena proyek tersebut diduga bermasalah.

“Pagu proyek Rp 1,8 miliar, tapi dilaksanakan dengan mekanisme penunjukkan langsung,” alasan dia di depan sidang paripurna DPRD Sikka, Jumat (26/3) malam.
Sidang paripurna itu sendiri dengan agenda keterangan pemerintah terhadap pemandangan umum fraksi-fraksi atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Akhir TA 2020. Paripurna dipimpin Wakil Ketua DPRD Sikka Gorgonius Nago Bapa.
Fabianus Toa meyakini proyek tersebut penuh dengan kejanggalan, dan ada indikasi korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang berdampak pada kerugian negara.
“Jaksa harus lebih serius lakukan hal ini secara cermat. Fraksi Partai Gerindra memberikan dukungan sepenuhnya,” ujar dia.
Sebelumnya dalam pemandangan umum, Fraksi Partai Gerindra menyoroti proyek ini, terutama mekanisme penunjukkan langsung pada proyek senilai Rp 1,8 miliar.
Fraksi Partai Gerindra juga menyinggung trafo listrik yang setelah pengadaan justeru belum difungsikan. Kuat dugaan, trafo listrik tersebut tidak sesuai standar yang diminta PLN.

Wakil Bupati Romanus Woga pada sidang paripurna tadi malam menjelaskan trafo listrik dan kelengkapannya sudah dilakukan uji coba bersama PLN pada 2 Nopember 2020 lalu. Saat ini, kata dia, sudah difungsikan.
Proyek ini, tambah dia, menggunakan dana Belanja Tidak Terduga. Dana ini merupakan tambahan anggaran di luar Pembangunan IGD karena pada Menu DAK 2019 tidak terdapat menu pengadaan trafo dan kelengkapannya serta penambahan daya listrik.*** (eny)


















