




Maumere-SuaraSikka.com: Seminari Maria Bunda Segala Bangsa (BSB) Maumere menutup akses keluar masuk di sekolah itu, pasca 167 pelajar sekolah calon Imam dipastikan terpapar Covid.
Kebijakan pengetatan ini dilakukan untuk memutus matarantai penularan virus yang sedang menyerang pelajar, guru, dan karyawan di sekolah tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala SMPK Seminari BSB Maumere RD Felix Dari menegaskan pihaknya hanya akan membuka satu pintu untuk keluar masuk.
Itu pun hanya dikhususkan kepada petugas Satgas Covid Sikka. Termasuk juga bagi guru dan karyawan yang benar-benar berkepentingan pada urusan pendidikan.
“Jadi hanya untuk orang-orang khusus saja. Kalau ada hal yang luar biasa sekali, harus dengan seizin Satgas Covid Sikka dan petugas keamanan sekolah,” ungkap dia kepada wartawan, Kamis (29/4).
Kepada orang tua pelajar, RD Felix mengimbau agar tetap tenang dan mengikuti proses pemulihan para seminaris.
“Saya tahu mereka pasti cemas, tapi harap jangan terlalu berkelebihan. Anak-anak di sini baik-baik saja, percayakan kepada kami yang juga adalah orang tua kedua mereka,” pesan dia.

RD Felix Dari menguraikan 167 seminaris yang positip terdiri dari 69 pelajar SMPK dan 98 pelajar SMAK.
Romo Felix menyebut kondisi ini sebagai ledakan yang luar biasa. Dia mengaku kaget dengan begitu banyaknya seminaris yang terkonfirmasi.
“Ini sebuah ledakan yang luar biasa, dan tentu saja mengagetkan,” ungkap dia.

Meski demikian, Romo Felix mengatakan kondisi ini menjadi positip karena sudah bisa terdeteksi sejak dini.
Dia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang sudah ikut ambil bagian dalam upaya pencegahan penularan yang lebih meluas.
Secara khusus dia menyampaikan terima kasih kepada Tim Kesehatan Satgas Covid Sikka, Dinas Kesehatan Sikka, dan BPBD Sikka.
Saat ini, kata dia, pihak seminari konsentrasi untuk pemulihan kesehatan 167 seminaris. Dalam proses itu, kata dia, otoritas sekolah akan terus berkoordinasi dengan Satgas Covid Sikka.*** (eny)




















