



Maumere-SuaraSikka.com: Personil Kodim Sikka terlibat menyosialisasikan protokol kesehatan, Selasa (22/6). Mereka menggunakan cara simpatik dengan mengenakan pakaian adat.
Sosialisasi prokes dilaksanakan di Pasar Alok. Kebetulan hari ini dikenal sebagai hari Pasar Alok. Orang ramai mendatangi pasar tradisional terbesar itu untuk transaksi perdagangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dandim Sikka melalui Danramil Alok Kapten CZI Sunaryo menjelaskan pihaknya prihatin dengan makin meningkatnya jumlah kasus Covid di Kabupaten Sikka dalam satu minggu terakhir ini.

Kodim Sikka, kata dia, tergerak untuk terlibat melakukan upaya pencegahan penularan. Cara yang dipilih yakni dengan memberikan imbauan penegakkan prokes.
“Hari ini bertepatan dengan hari Pasar Alok, banyak kunjungan warga masyarakat di sana, jadi kami menyasar ke tempat itu,” jelas Sunaryo.
Imbauan prokes dilakukan oleh 5 personil Babinsa Kodim Sikka yakni Serka Fernando Soares, Serka Bonifasio, Serda Novandi, Serda Vian, dan Serda Wawan.
Untuk menarik simpati, mereka yang terlibat pada sosialisasi sengaja mengenakan pakaian adat setempat.
Personil yang melakukan sosialisasi membawa beberapa lembar baliho yang isinya tentang imbauan prokes. Mereka mengelilingi Pasar Alok sambil menyampaikan imbauan dengan menggunakan pengeras suara.
Lima personil ini mengajak masyarakat untuk disiplin menggunakan masker,
menjaga jarak, mencuci tangan dengan air mengalir, menghindari kerumunan orang, dan
membatasi aktivitas keluar rumah.
Dari sosialisasi beberapa jam di Pasar Alok, Sunaryo mengatakan ditemukan masih banyak warga masyarakat yang tidak menggunakan masker.

“Dan kelihatan masih banyak warga yang berkumpul tanpa jaga jarak,” kesan dia.
Kesan lain, kata dia, masih ditemukan banyak warga yang saat melihat petugas baru mengenakan masker. Malah, tambah dia, justeru ada warga yang bersembunyi dari petugas.
“Kesan kami sebagian masyarakat mengira pandemi Covid sudah selesai dan tidak ada,” ujar dia.
Sunaryo berpendapat hal ini disebabkan karena rendahnya kesadaran masyarakat menegakkan prokes, termasuk antara lain kurangnya kepedulian sesama masyarakat untuk saling mengingatkan.*** (eny)


















