FPPB Tuding Satgas Covid Sikka Kurang Berfungsi

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 25 Juni 2021 - 21:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 15 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas medis sedang mendata status kesehatan penghuni lokasi karantina terpusat di Jalan Alpokat Kelurahan Beru, Jumat (25/6) (foto: istimewa)

Petugas medis sedang mendata status kesehatan penghuni lokasi karantina terpusat di Jalan Alpokat Kelurahan Beru, Jumat (25/6) (foto: istimewa)

Maumere-SuaraSikka.com: Forum Peduli Penanggulangan Bencana (FPPB) Kabupaten Sikka menuding Satgas Covid setempat tidak berfungsi. Akibatnya terjadi peningkatan kasus Covid di daerah itu selama 2 minggu terakhir ini.

Sikap resmi FPPB tertuang pada surat Nomor 02/FPPB_PRB/VI/2021 tertanggal 25 Juni 2021 tentang Rekomendasi Pemutusan Penyebaran Covid-19.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Surat tersebut ditujukan kepada Bupati Sikka, ditandatangani Ketua dan Sekretaris FPPB yakni Carolus Winfridus Keupung dan Pasifisius Wangge.

Tidak hanya menyoroti Satgas Covid Sikka, FPPB juga mengkritisi kinerja Satgas Covid Desa dan Kelurahan yang dinilai sama sekali tidak berjalan.

FPPB juga menyentil kemauan baik pemerintah daerah dan Satgas Covid secara berjenjang, yang hingga sekarang belum mengeluarkan imbauan resmi kepada masyarakat.

Padahal, sebelum terjadi peningkatan drastis, FPPB mengamati tidak ada penertiban protokol kesehatan pada area pertokoan dan fasilitas publik milik pemerintah.

Malah, sering terjadi acara-acara pesta, baik pernikahan, komuni pertama atau pesta lainnya. Dalam aktifitas itu, tidak ada pembatasan dan penertiban.

Baca Juga :  Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Mencermati kondisi perkembangan sebaran dan meningkatnya kasus covid, FPPB kemudian merekomendasikan beberapa hal kepada Bupati Sikka dalam rangka pemutusan penyebaran Covid.

Tentang kegiatan pesta, FPPB merekomendasikan agat dihentikan. FPPB beralasan kegiatan pesta berdampak kepada pengumpulan manusia yang datang dari berbagai wilayah karena hubungan kerabat, kenalan dan atau hubungan lainnya.

“Satgas diharapkan tidak memberikan izin pesta kepada siapapun,” tegas FPPB.

Rekomendasi berikut yakni soal ibadah di rumah-rumah ibadah. Menurut FPPB, akhir-akhir ini setiap rumah ibadah kurang memperhatikan prokes. FPPB menyarankan kalau terasa rumit dan tidak diikuti, sebaiknya ibadah di rumah ibadah ditiadakan.

Aktifitas di sekolah juga menjadi poin rekomendasi. FPPB mengetahui tidak ada aktifitas belajar mengajar, tetapi sekarang ini ramai pendaftaran siswa baru pada sekolah-sekokah. Dan momen ini membentuk kerumunan yang tidak terkontrol.

Baca Juga :  Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta

“Kami merekomendasikan pendaftafan siswa baru dilakukan secara online,” saran FPPB.

Rekomendasi keempat yakni perlu dilakukan penertiban prokes pada area fasilitas publik seperti pertokoan, mini market, pasar, rumah makan, warung, restoran, tempat pariwisata.

Penertiban disertai dengan kewajiban setiap orang memakai masker dan mengatur jarak aman antara yang satu dan yang lainnya.

“Jadi tidak perlu pemberlakuan pembatasan jam malam,” tegas FPPB.

FPPB juga menyentil kegiatan olah raga yang berdampak kepada berkumpulnya orang pada satu lokasi. Rekomendasi FPPB yakni menghentikan kegiatan olah raga.

Sorotan lain FPPB yakni kepada pelaku perjalanan yang datang dari luar wilayah Kabupaten Sikka. FPPB merekomendasikan diberlakukan wajib rapid antigen, terutama melalui bandara dan pelabuhan laut.

Peningkatan kasus Covid di Kabupaten Sikka, menurut FPPB, bersumber dari sejumlah klaster yakni pelaku perjalanan, pesta dan perkantoran.*** (eny)

Berita Terkait

Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta
SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan
Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih
49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi
Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:31 WITA

Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:43 WITA

SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:36 WITA

Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:59 WITA

Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:45 WITA

Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:49 WITA

Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:27 WITA

Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:23 WITA

Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Berita Terbaru