



Maumere-SuaraSikka.com: Kasus Covid terus meningkat di Kabupaten Sikka. Hingga Senin (28/6) tercatat 262 warga yang positip. Dari jumlah itu di antaranya 30-an orang pegawai negeri, termasuk 28 tenaga kesehatan.
Semua mereka yang kini terpapar menjalani isolasi dan karantina pada sejumlah lokasi, baik isolasi di rumah sakit, karantina terpusat maupun karantina mandiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Jurubicara Satgas Covid Sikka Bidang Kesehatan Clara Francis menjelaskan 262 positip Covid tersebut terdiri dari berbagai latar belakang seperti pegawai negeri termasuk di dalamnya tenaga kesehatan, pelaku perjalanan, dan masyarakat.
Dia menjelaskan sebanyak 67 orang menjalani karantina terpusat di berbagai lokasi, 13 orang dirawat di Ruang Isolasi Covid RSUD TC Hillers Maumere, 4 orang di Ruang Isolasi RS Santo Elisabeth Lela, dan lainnya menjalani karantina mandiri.
Pemerintah daerah setempat, kata dia, telah memfungsikan kembali 3 lokasi karantina terpusat yang terletak di Jalan Alpokat Kelurahan Beru.
Akibat jumlah kasus positip yang semakin meningkat, pemerintah membuka lagi lokasi karantina terpusat yakni pada salah satu ruangan di Kantor BPBD Sikka.
Clara Francis tidak menepis kemungkinan kasus positip terus meningkat di Kabupaten Sikka, termasuk kapasitas daya tampung pada lokasi karantina terpusat dan Ruang Isolasi Covid RSUD TC Hillers.
Dia mengaku pihaknya sudah melakukan antisipasi. Kebijakan yang akan ditempuh, kata dia, pemerintah akan membuka lokasi karantina terpusat yang baru.
Kebijakan lain, lanjut dia, jika pasien tidak bergejala disarankan menjalani karantina mandiri dengan catatan lokasinya memenuhi persyaratan.
Pihaknya juga sudah memikirkan antisipasi jika terjadi ledakan pasien pada Ruang Isolasi Covid RSUD TC Hillers.
Menurut Clara Francis, pihaknya sudah berkoordinasi dengan 2 rumah sakit swasta yang ada di Kabupaten Sikka sebagai rumah sakit second line.
Dari data yang dikeluarkan Satgas Covid Sikka per pukul 19.00 Wita, Kecamatan Alok menempati urutan tertinggi yakni 50 kasus. Menyusul Kangae dengan 48 kasus.
Tiga kecamatan lain menyusul di bawahnya yaitu Alok Timur 39 kasus, Alok Barat 32 kasus, dan Koting 22 kasus.*** (eny)


















