

Maumere-SuaraSikka.com: Satpol PP dan Damkar Sikka menemukan kurang lebih 200 orang yang tidak mengenakan masker pada hari keempat pelaksanaan penegakkan PPKM Level 4, Kamis (29/7).
Mereka yang ditemukan tidak mengenakan masker, kemudian diberi edukasi tentang pentingnya disiplin protokoler kesehatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain edukasi, personil SatPol PP dan Damkar Sikka 1juga langsung mengenakan masker secara benar, yakni menutupi mulut dan hidung.

Operasi Non Yustisi pelaksanaan penegakkan PPKM Level 4 hari keempat, dilaksanakan secara internal oleh Satpol PP dan Damkar Sikka. Operasi dipimpin langsung Kasat Pol PP dan Damkar Sikka Adeodatus Buang da Cunha, melibatkan 50 personil.
“Sikka masuk PPKM Level 4. Dan untuk mendukung penegakkan di lapangan, hari ini kami lakukan edukasi, sekaligus membagi-bagi masker,” terang Adeodatus Buang da Cunha.
Operasi non yustisi terbagi dalam 2 tim. Tim pertama dipimpin Kasat Pol PP dan Damkar. Mereka membagi masker dan edukasi masyarakat dari Toko Bogadharma hingga TPI Alok.
Sementara tim kedua dipimpin Sekretaris SatPol PP dan Damkar Yosro Beguir, bergerak dari Hotel Benggoan menuju TPI Alok.
Dalam operasi non yustisi ini, Satpol PP dan Damkar membagikan 2.000 masker kepada masyarakat. Terlihat masyarakat cukup antusias mendapatkan masker dari personil Satpol PP dan Damkar Sikka.

Firman, seorang tukang ojek, menyampaikan terima kasih karena mendapatkan 1 bungkus plastik berisikan 10 lembar masker.
Edukasi dan pembagian masker tidak hanya di sepanjang jalan. Kasat Pol PP dan Damkar juga masuk ke dalam Pasar Tingkat dan toko-toko.

Sementara itu terlihat seorang personil Satpol PP dan Damkar Sikka mengedukasi melalui sebuah pengeras suara. Dia mengimbau warga masyarakat untuk bersama-sama menegakkan disiplin protokoler berupa 5M.
“Mari kita semua tegakkan 5M, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mencuci tangan dengan air mengalir, dan mengurangi mobilitas,” teriak dia.
Edukasi dan pembagian masker berakhir di TPI Alok sekitar pukul 10.00 Wita. Suasana TPI Alok sudah mulai lengang dari aktifitas.

Kepada wartawan, Adeodatus Buang da Cunha menjelaskan dalam operasi non yustisi ini pihaknya menemukan 200-an orang yang tidak disiplin mengenakan masker.
“Ada yang sama sekali tidak pakai masker dengan berbagai alasan. Ada juga yang pakai masker tidak benar, karena hanya menutup dagu. Kami berikan edukasi, dan bagi mereka masker,” terang Adeodatus da Cunha.

Hingga Rabu (28/7), orang yang terkonfirmasi positip di Kabupaten Sikka tercatat 3.996 kasus, di mana 593 kasus aktif, 3.333 sudah sembuh, dan 70 meninggal dunia.
Untuk kasus aktif, Kecamatan Alok Timur masih yang tertinggi yakni 172 kasus, menyusul Alok 108 kasus, Alok Barat 44 kasus, Kangae 43 kasus dan Lela 40 kasus.*** (eny)















