
Maumere-SuaraSikka.com: Octavianus Aryo Adhityo, seorang aktiftis PMI di Maumere menginisiatifi Gerakan Bantu Isoman (Gerak Man). Bukan hanya itu saja, Gerak Man ternyata menyediakan gratis jamu untuk isoman.
Gerak Man terbentuk secara spontanitas setelah mengikuti begitu banyak keluhan para isoman yang tidak mendapatkan perhatian pelayanan secara maksimal selama menjalani isolasi mandiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami hanya mau membantu para isoman, dan menghilangkan tindakan diskriminatif terhadap mereka,” ungkap Aryo, seorang pegiat kemanusiaan di Kabupaten Sikka, Rabu (11/8).

Anggota Gerak Man saat ini berjumlah 17 orang. Mereka datang dengan berbagai latar belakang profesi, seperti pegiat kemanusiaan, karyawan swasta, mahasiswa, aktifis, termasuk juga wartawan dan dokter.
Aktifitas Gerak Man baru mulai resmi berjalan sejak Senin (9/8) lalu, persis di saat PPKM Level 4 tahap kedua berakhir.
Sasarannya juga masih dalam komunitas terbatas yakni isoman yang berdomisili di Kota Maumere.
“Mohon maaf buat isoman di luar kota, kami harus jujur karena sumber daya kami masih sangat terbatas sehingga belum bisa kami layani,” ujar mantan aktifis PMKRI Maumere itu.
Meski demikian, kata dia, tidak menutupi kemungkinan personil Gerak Man bersedia melayani isoman di luar kota seperti yang dilakukan Rabu (11/8) pagi tadi untuk isoman di Kecamatan Nele.
Kehadiran Gerak Man diprakarsai untuk membantu isoman secara sukarela. Bantuan yang dilakukan yakni melayani belanja kebutuhan selama yang bersangkutan menjalani isolasi.
Secara teknis, terang Aryo, jika isoman ingin membeli kebutuhan pokok dan obat-obatan, maka Gerak Man bisa mengambilalih peran itu. Dengan demikian, kata dia, isoman bisa tetap berada di rumah, kebutuhannya dilayani, sekaligus mencegah penularan Covid.
“Isoman cukup siapkan daftar belanja dan uang belanja, lalu inbox nomor WA
Nanti ada personil Gerak Man yang kita arahkan untuk membantu,” ujar dia.

Politisi Partai Demokrat Sikka ini memastikan aktifitas Gerak Man terkontrol secara baik. Dia meyakini tidak akan terjadi tindakan penyalahgunaan bantuan.
“Tidak usah kuatir karena semua personil Gerak Man kami lengkapi dengan tanda pengenal seperti KTP atau SIM. Ini pekerjaan mulia, dan kami melakukan secara profesional,” ujar dia.
Dia menambahkan selama melayani bantuan untuk isoman, Gerak Man sangat menjaga privasi. Identitas, daftar belanja, termasuk foto isoman akan dirahasiakan, kecuali atas permintaan isoman sendiri.
Inisiatif untuk membantu isoman, kata Aryo, sejatinya selama ini sudah dilaksanakan secara sendiri-sendiri oleh banyak orang.
“Saya sendiri selama ini sudah lakukan itu untuk banyak isoman,” ungkap dia.
Namun untuk menyuburkan kepedulian dan menggerakkan perhatian ekstra, Aryo kemudian membentuk Gerak Man sehingga lebih terkoordinir secara baik
Terlibatnya dokter pada Gerak Man, kata dia, sekaligus bisa memberikan edukasi, terutama pencegahan penularan Covid dan masalah-masalah kesehatan.
“Jika ada isoman yang ingin konsultasi misalnya, Dokter Asep (Purnama) akan siap membantu,” kata dia.

Tino, seorang karyawan swasta, mengaku menikmati sungguh layanan kemanusiaan bagi para isoman. Bahkan dia menyiapkan jamu secara cuma-cuma untuk isoman yang membutuhkan.
Dalam kesibukan rutinitas harian, Tino tidak pernah menolak jika diminta membantu isoman untuk berbelanja ke pasar atau pertokoan.
Hingga saat ini Aryo sebagai inisiator Gerak Man mengaku belum tahu berapa banyak orang yang sedang menjalani isolasi mandiri di Kota Maumere.
Pihaknya pernah meminta data pada Puskesmas yang tersebar di Kota Maumere. Namun karena alasan kerahasiaan, data tersebut tidak diberikan.
Praktis, kata dia, Gerak Man baru bisa melakukan pelayanan, setelah mendapat kontak dari isoman.*** (eny)















