



Maumere-SuaraSikka.com: Anastasia Alfrida sempat gugup dan panik karena tertangkap melanggar protokol kesehatan, Selasa (24/8). Pada akhirnya dia justeru terkejut mendapatkan masker dari Dandim Sikka.
Perempuan asal Desa Ribang Kecamatan Koting ini sejak pagi hari datang berbelanja kebutuhan di Pasar Alok. Dia tidak sadar saat berangkat ke Pasar Alok dirinya tidak mengenakan masker.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketika sedang berbelanja, dia melihat banyak sekali tentara yang mendadak muncul di Pasar Alok. Hati Anastasia tidak tenang, kuatir dirinya bakal mendapatkan hukuman karena tidak mengenakan masker.
Dia lalu menutup hidung hingga mulut dengan jaket agar tidak terlihat puluhan tentara yang sedang berada di tengah kesibukan transaksi penjualan tenun ikat.
Ternyata Anastasia salah menduga. Puluhan tentara dari Kodim Sikka rupanya sedang membagi cuma-cuma masker kepada pengunjung Pasar Alok.
Meski demikian, Anastasia masih kelihatan grogi untuk meminta masker dari personil Kodim Sikka. Dia membayangkan ada tindakan hukuman yanh akan dikenakan kepadanya.
Padahal saat itu puluhan aparat Kodim Sikka hanya menjalankan operasi non yustisial membagi-bagikan masker gratis untuk menekan laju penularan Covid di daerah itu.
Anastasia yang masih dalam bayangan ketakutan, akhirnya “tertangkap” oleh seorang personil Intel Kodim. Dia mengaku tidak memakai masker dengan alasan lupa.
“Saya paling tertib sekali pakai masker. Hari ini karena buru-buru datang belanja, sampai lupa pakai masker,” jelas dia.

Intel Kodim ini kebetulan tidak sedang membagikan masker gratis. Dia lalu mengajak Anastasia ke tempat di mana Dandim Sikka Letkol Inf Muhammad Jafar sedang membagikan masker.
Dandim Sikka lalu mengenakan masker le wajah Anastasia, menutupi hidung hingga mulut. Sambil itu Dandim Sikka mengingatkan Anastasia agar tidak lupa memakai masker dan terutama menegakkan disiplin protokoler kesehatan.
Anastasia terkejut ketika diberitahu jika yang mengenakan masker pada wajahnya adalah orang pertama di Kodim Sikka. Dengan wajah sumringah, tidak terlihat lagi gestur gugup, perempuan ini mengapresiasi edukasi humanis yang disampaikan Dandim Sikka.
“Senang sekali dapat masker langsung dari Pa Dandim. Terima kasih Kodim Sikka,” ungkap dia gembira.
Alasan lupa membawa masker masih menjadi argumentasi yang meyakinkan bagi warga masyarakat yang diketahui tidak mengenakan masker.

Untuk itu Dandim Sikka mengajak warga masyarakat agar memiliki kesadaran melaksanakan protokoler kesehatan.
“Harus ada kesadaran dari diri sendiri untuk tegakkan disiplin prokes. Semua ini untuk kepentingan kita bersama,” ajak dia.
Kodim Sikka bakal membagikan 14.000 masker untuk masyarakat di daerah itu. Rencananya pembagian masker gratis akan dilaksanakan secara bertahap.
Pada tahap awal, Selasa (24/8), Kodim Sikka telah membagikan 4.000 masker pada dua lokasi fasilitas publik yakni di TPI Alok dan Pasar Alok.
Dandim Sikka mengakui masih banyak warga yang terlihat tidak mengenakan masker. Banyak juga masyarakat yang masih tidak tepat mengenakan masker karena untuk menutup dagu.*** (eny)















