



Maumere-SuaraSikka.com: Nikokaus Dindus Iry mengaku lega dan senang sudah mengikuti program vaksinasi. Dia pun sudah boleh merencanakan perjalanan ke luar daerah.
Warga RT/RW 002/005 Kelurahan Madawat Kecamatan Alok itu menjalani vaksinasi yang dilaksanakan Keuskupan Maumere, berlangsung di Paroki Katedral, Senin (6/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Senang sekali sudah bisa vaksin. Terima kasih untuk Gereja yang telah fasilitasi saya,” ujar dia usai vaksinasi.
Pensiunan pegawai gudang farmasi ini mengaku baru kali ini mendapatkan kesempatan untuk vaksin. Sebelumnya dia pernah mengikuti program yang sama, hanya terkendala kesehatan. Saat itu dia gagal vaksin karena tekanan darahnya terlalu tinggi.

Pemilik usia 77 tahun ini awalnya mendapat informasi simpang siur tentang program vaksinasi. Antara lain, kata dia, informasi yang cenderung hoax.
Dia lalu membiasakan diri menonton televisi agar mendapatkan informasi yang pasti. Setelah yakin, Nikolaus Dindus Iry pun memberanikan diri mengikuti vaksinasi.
Dia memastikan tidak merasakan efek apapun setelah divaksin. Dia tidak merasa mual, mengantuk, atau pun efek lain sebagaimana informasi hoax yang pernah dia dengar.
Kini Nikolaus Dindus Iry tengah menjadwalkan perjalanan ke Jakarta untuk urusan keluarga. Dia senang karena sudah mengantongi sertifikasi vaksinasi sebagai salah satu syarat perjalanan.

Keuskupan Maumere hari ini melayani vaksinasi gratis bagi 1.000 orang. Kegiatan berlangsung pada dua tempat yakni di Paroki Katedral dan Paroki Thomas Morus, dengan kuota masing-masing 500.
Program vaksinasi ini dengan tema besar Vaksinasi Serentak Pesantren dan Rumah Ibadah, bersinergi dengan Polri dan Staf Khusus Presiden RI.
Di Maumere, puluhan anggota Polres Sikka membantu kelancaran vaksinasi. Mereka tidak saja bertanggungjawab pada aspek keamanan, tapi terlibat langsung pada proses pendaftaran, skrining, penyuntikan dan observasi.
Pantauan media ini di Paroki Katedral, proses dan mekanisme vaksinasi berlangsung sangat tertib dan menegakkan disiplin protokol kesehatan.

Direktur Puspas Romo John Eo Towa yang diberikan tugas mengordinir pelaksnaan vaksinasi, sempat memantau pelaksanaan vaksinasi. Dia mendatangi Aula Abdon Longinus, tempat berlangsungnya skrining dan penyuntikan.
Sementara itu terlihat juga sejumlah perwira polisi yang ikut memantau seperti KaSubag Dalops AKP Siprianus Raja, Kasat Bimmas Iptu Siprianus Sedan, dan Kasat Lantas Diamond RB.

Panitia Pelaksana di Paroki Katedral membagi proses vaksinasi dalam dua tahap, yakni pagi dan siang. Daftar nama peserta vaksin langsung ditempel pada sebuah papan informasi.
Strategi ini dilakukan untuk mengurangi kerumunan selama proses vaksinasi berlangsung.*** (eny)















