








Maumere-SuaraSikka.com: Maria Imakulata, seorang ibu rumah tangga, kini tidak bingung lagi dengan biaya pengobatan. Pasalnya sudah ada JKN-KIS yang menjaminkan kesehatannya.
Dia merasakan betul manfaat JKN-KIS saat mengalami demam tinggi lebih dari 3 hari. Ketika itu kondisinya mulai drop.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Perempuan yang tinggal di Kecamatan Nita Kabupaten Sikka ini kemudian berinisiatif untuk berobat ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), tempat dia terdaftar.
Dia mengaku mendapatkan pelayanan yang baik sejak proses administrasi hingga tindakan dokter.
Ima – demikian perempuan ini biasa disapa – ternyata terindikasi komplikasi tifus. Dokter meminta dia untuk rawat inap sehingga penanganan kesehatan lebih intensif.
Situasi ini cukup dilematis bagi Ima. Selain ada keinginan kuat agar segera sembuh, dia juga memikirkan biaya pengobatan yang tentu saja mahal.
Dalam kondisi tidak menentu, Ima akhirnya menjalani rawat inap. Setelah dua hari, kondisinya mulai membaik. Dokter lalu merekomendasikan dia boleh pulang.
Begitu terkejutnya perempuan ini ketika mengetahui tidak ada biaya pengobatan. Petugas medis menginformasikan bahwa semua biaya pengobatan sudah dijamin penuh oleh JKN-KIS.
“Modal saya hanya JKN-KIS saja. Ternyata semuanya sudah dijamin, termasuk obat-obatan, ruang inap serta jasa medis. Sungguh luar biasa,” ungkap dia terharu.
Spontan Ima mengucap syukur. Dia tidak menyangka atas peran pemerintah yang telah memberikan jaminan kesehatan bagi dirinya dan keluarga melalui Program JKN-KIS.
Ima terdaftar sebagai peserta JKN-KIS segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari Pemkab Sikka. Iuran wajib setiap bulan dibayar oleh pemerintah daerah setempat.
Sebelum menjadi peserta JKN-KIS, Ima mengaku masalah biaya menjadi kendala tersendiri ketika mengalami sakit. Penghasilan keluarga yang pas-pasan, jauh berbeda dengan mahalnya biaya kesehatan.
Namun saat ini, katanya, kendala tersebut sudah bisa teratasi sejak adanya program JKN-KIS.
“Negara hadir secara nyata melalui JKN-KIS. Sekarang kami tidak bingung lagi dengan biaya berobat. Kami hanya fokus cari nafkah untuk biaya rumah tangga dan biaya tambahan anak sekolah,” ujar dia semangat.
Saking senangnya, Ima lalu mengajak warga masyarakat untuk segera mendaftarkan diri menjadi peserta JKN-KIS.
Dari pengalamannya, dia meyakini sekali JKN-KIS benar-benar bermanfaat, terutama bagi masyarakat tidak mampu.*** (eny)




















