
Maumere-SuaraSikka.com: Penyakit demam berdarah dengue (DBD) kini sedang mengancam. Warga masyarakat diminta waspada dan segera melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
Sekretaris Dinas Kesehatan Dokter Clara Francis menyampaikan hal ini, Kamis (13/1), menyusul 1 kasus kematian akibat DBD yang merenggut nyawa Benedikta Naldiana More, bocah berusia 4 tahun pada Rabu (12/1) sekitar pukul 21.00 Wita.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ini adalah kasus kematian pertama pada tahun 2022. Padahal sepanjang tahun 2021, Kabupaten Sikka berhasil menekan laju kasus DBD, dari sebelumnya 1.816 kasus dengan 16 kematian pada tahun 2020, menjadi 182 kasus 0 kematian pada tahun 2021.
Dia mengatakan sejak September 2021 lalu, Dinas Kesehatan sudah melakukan edukasi dan imbauan kepada masyarakat agar dilakukan PSN. Masyarakat diminta partisipasi karena mengingat DBD merupakan penyakit yang berbasis perilaku.
“Mohon masyarakat bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan. Pemberantasan sarang nyamuk menjadi peran yang penting,” ujar dia kepada wartawan di ruang kerjanya.
Jika PSN dilaksanakan secara maksimal, Dokter Clara Francis meyakini sekali kasus DBD bisa ditekan.
Selain upaya PSN yang maksimal, mantan Direktur RSUD TC Hillers Maumere itu juga menyinggung kesadaran orang tua untuk segera membawa anaknya ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala panas.
Pada banyak pengalaman, lanjut dia, ketika tubuh anak sudah berangsur dingin, orang tua menganggap anaknya sudah sehat.
“Hati-hati, bisa saja itu sudah masuk fase sok. Jadi kalau anak mengalami panas, segera dapatkan pengobatan pada faskes di mana pun berada, entah ke dokter praktik, Puskesmas, atau rumah sakit. Segera, terutama anak-anak,” ingat dia.
Sebelumnya diberitakan, seorang bocah perempuan dipastikan meninggal dunia di ICU RSUD TC Hillers Maumere, Rabu (12/1) akibat penyakit DBD.
Sepanjang tahun 2022 ini, sudah 35 pasien DBD yang dirawat di RSUD TC Hillers Maumere, dan hingga hari ini 10 pasien masih dalam perawatan medis.*** (eny)















