
Maumere-SuaraSikka.com: Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo mendapat semprot dari pedagang pasar yang melakukan aksi demonstrasi di Kantor Bupati Sikka, Senin (31/1).
Peristiwa ini terjadi saat Bupati Sikka tiba di Kantor Bupati Sikka, sekitar pukul 14.02 Wita. Massa aksi sudah kurang lebih setengah jam berada di kantor itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Sikka turun dari mobil, kemudian berjalan menuju ruang kerja. Massa aksi yang berada di depan Kantor Bupati lalu menyoraki kedatangan Bupati Sikka dengan tepuk tangan.
Spontan seorang pedagang yang berada di tengah kerumunan, berteriak lantang.
“Kami datang ke sini untuk tagih janji,” teriak perempuan berjilbab dari jarak yang tidak jauh dengan Bupati Sikka.
Bupati Sikka sempat memalingkan wajahnya kepada perempuan berjilbab itu, dan berjalan terus menuju ruang kerja.
Sebanyak 16 perwakilan pedagang pasar sudah menunggu di ruang kerja Bupati Sikka, untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutan mereka.
Media ini sempat menemui perempuan berjilbab tersebut, menanyakan janji apa yang dia maksudkan. Perempuan ini hanya mengatakan banyak janji, tanpa detail menguraikannya.
Aksi pedagang pasar di Kantor Bupati Sikka, merupakan lanjutan aksi dari Kantor DPRD Sikka. Para pedagang yang melakukan aksi yakni Forum Komunikasi Pedagang Pasar Kabupaten Sikka. Wadah ini merupakan himpunan pedagang Pasar Alok, Pasar Tingkat, dan Pasar Wairkoja.
Awalnya para pedagang mendesak DPRD Sikka menghadirkan Bupati Sikka sehingga terjadi dialog segitiga di ruang paripurna.
Namun setelah dilakukan koordinasi, Bupati Sikka bersedia menerima perwakilan pedagang pasar di Kantor Bupati Sikka.
Mulanya pedagang pasar bersikeras Bupati Sikka yang ke Gedung DPRD Sikka.
Suasana rapat dengar pendapat sempat tidak terkendali karena seorang perwakilan pedagang terus-menerus menyergah pembicaraan anggota Dewan.*** (eny)















