


Maumere-SuaraSikka.com: Peletakkan batu pertama pembangunan menara lonceng telah dilakukan, Rabu (2/2), di Gelora Samador da Cunha Maumere. Usai itu tidak ada aktifitas kegiatan di lokasi tersebut.
Pantauan media ini, Sabtu (5/2), lokasi pembangunan menara lonceng, tampak sepi. Pintu gerbang Gelora Samador da Cunha terkunci.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tidak ada seorang pun di tempat itu, baik itu Panitia Pembangunan maupun buruh atau tukang.
Bahkan alat berat yang dikerahkan ke lokasi sejak sebelum peletakkan batu pertama, sudah tidak terlihat lagi paskah peletakkan batu pertama.

Terkait tidak adanya aktifitas pembangunan menara lonceng, Ketua Panitia Pembangunan Adrianus Firminus yang dihubungi melalui pesan WhatsApp, Jumat (4/2), menanggapi santai.
“Saat ini Panitia sedang konsolidasi penetapan rencana operasional,” jelas dia.
Adrianus Firminus Parera yang juga adalah Sekda Sikka tidak menjawab berapa lama waktu yang dibutuhkan Panitia untuk konsolidasi penetapan rencana operasional.
Sejumlah orang menduga Panitia Pembangunan belum memiliki finansial untuk memulai aktifitas pembangunan menara lonceng senilai Rp 12 miliar itu.
Padahal Adrianus Firminus Parera saat peletakkan batu pertama dengan penuh percaya diri melaporkan bahwa dana pembangunan bersumber dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Propinsi, Pemkab Sikka, CRS, donatur, dan masyarakat luas.
Media ini sempat menanyakan sudah berapa banyak uang yang masuk ke rekening Panitia, dan sumbernya dari mana, saja, lagi-lagi Adrianus Firminus Parera tidak menjawabnya.

Tidak ada aktifitas pekerjaan pembangunan menara lonceng, seolah mengamini kekuatiran Uskup Maumere Mgr Edwaldus Martinus Sedu.
Saat memberikan sambutan pada peletakkan batu pertama, Uskup Maumere mengingatkan agar pembangunan menara lonceng tidak mangkrak.*** (eny)















