




Maumere-SuaraSikka.com: Hama tikus kini mulai menyerang tanaman padi dan jagung di Kabupaten Sikka. Akibatnya para petani terancam gagal panen.
Serangan hama tikus antara lain terjadi di Dusun Kampung Baru Desa Talibura Kecamatan Talibura.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mathias Wonga dan Fransiska Salvia, dua petani di Dusun Kampung Baru, memperkirakan hama tikus sudah menyerang ratusan hektar tanaman padi dan jagung di dusun itu.
“Belum ada data pasti, kira-kira sudah ratusan hektar,” ungkap Mathias Wonga, Rabu (16/2).
Sementara Fransiska Salvia menyebut serangan hama tikus diperkirakan sudah terjadi sejak tiga minggu terakhir ini.
Mathias Wonga menjelaskan para petani di dusun itu kuatir serangan hama tikus bakal lebih dahsyat lagi ke depan.
Jika itu yang terjadi, praktis petani akan berhadapan dengan situasi krisis ekonomi. Pasalnya, jagung dan padi menjadi sandaran keberlangsungan hidup para petani.
Pata petani di Dusun Kampung Baru sudah berupaya mengurangi serangan hama tikus dengan berbagai macam cara. Bahkan mereka terpaksa berburu tikus dan menbunuhnya.
Namun upaya-upaya yang dilakukan, belum cukup untuk melawan serangan hama tikus.
“Kami mohon dengan sangat Dinas Pertania bisa melakukan intervensi,” pinta dia.
Fransiska Salvia mengatakan seharusnya para petani sebentar lagi menikmati hasil jerih payah mereka selama ini. Tapi akhirnya harus gigit jari gara-gara padi dan jagung diserang hama tikus.
“Kami sudah siap panen. Ternyata gagal semuanya. Sedih sekali,” ungkap dia terharu.
Camat Talibura Lorens Lilo yang dihubungi dari Maumere, Rabu (16/2), membenarkan hama tikus menyerang padi dan jagung petani di kecamatan itu.
Sejauh ini, jelas dia, belum ada data resmi berapa luas tanaman pertanian yang mendapat serangan hama tikus.
“Informasi itu betul. Berapa hektar, saya belum tahu pasti, nanti saya koordinasikan dulu dengan Badan Penyuluh Kecamatan,” terang dia.

Ulat Gerayak
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sikka Jemmy Sadipun mengaku belum mendapatkan informasi terkait serangan hama tikus pada jagung dan padi di Kecamatan Talibura.
Meski demikian, Jemmy Sadipun yang belum lama ini dilantik sebagai Kadis Pertanian, berjanji akan segera mencari tahu, dan secepatnya mengambil tindakan.
Saat ini, kata dia, Dinas Pertanian justeru sedang fokus mengantisipasi serangan ulat gerayak, yang biasanya terjadi pada musim pancaroba.
“Menjelang pancaroba, musim-musim seperti sekarang ini, biasanya ulat gerayak,” jelas dia melalui sambungan telepon, Rabu (16/2).
Dia mengaku sudah berkoordinasi dengan petugas POPT (Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan), agar selalu waspada.
“Saya minta mereka agar pestisida dan insektisida harus selalu pada posisi siap, sehingga ketika terjadi eksplosif, bisa langsung dilakukan pengendalian,” jelas mantan Camat Doreng itu.
Jemmy Sadipun mengaku sementara ini sedang melakukan survei ke sejumlah lokasi, terutama yang berpotensi mendapat serangan ulat gerayak.*** (eny)















