




Maumere-SuaraSikka.com: Dinas Pertanian mengumpulkan 187 petani penggarap. Hal ini menyusul kasus puso gara-gara hama tikus yang menyerang padi dan jagung di Dusun Kampung Baru Desa Talibura Kecamatan Talibura Kabupaten Sikka.
Para petani penggarap yang dikumpulkan terdiri dari 90 orang yang menggarap lahan milik misi di Wairlaka, dan 97 orang yang yang menggarap hamparan Pedang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sikka Jemmy Sadipun beralasan para petani penggarap perlu diberikan sosialisasi terkait bagaimana cara berbudidaya tanaman pangan padi dan jagung yang baik dan benar secara teknis,” alasan dia, Kamis (17/2).
Jemmy Sadipun melakukan hal ini setelah memantau langsung perkembangan dua hamparan pertanian di Dusun Kampung Baru yang diserang hama tikus yakni di Wairlaka dan Pedang.
Dari hasil pantauan, dia memastikan tingkat serangan hama tikus bervariatif, dari serangan ringan, sedang, dan berat.
“Tetapi secara hitungan teknis, ini berbahaya, dan terancam,” ujar dia.
Mantan Camat Doreng ini menilai ada beberapa aspek yang menyebabkan serangan hama tikus di Dusun Kampung Baru.
Yang pertama, kata dia, masalah sanitasi yang tidak mendukung. Dan berikut, tidak ada upaya penanganan secara swadaya. Masalah lain, yakni pola tanam yang masih tradisional.
“Mudah-mudahan berkat kerja sama yang baik, Dinas Pertanian, Koordinator POPT, Koordinator BPP, dan semua penyuluh di wilayah ini, kami akan melakukan dengan cara kami sesuai anjuran teknis. Oleh karena itu saya sudah perintahkan agar hari ini juga segera kumpulkan para petani penggarap,” ujar dia.
Selain memberikan sosialisasi, secara teknis juga akan dilakukan pengendalian kimia, karena serangan hama tikus sudah dalam level darurat.

Jemmy Sadipun menyinggung luasnya lahan pertanian yang diserang hama tikus. Menurut dia, luas lahan pada dua hamparan yang diserang hama tikus, tidak lebih dari 100 hektar.
“Jangankan ratusan hektar, 1 hektar pun akan berdampak sangat besar kepada petani,” kata dia.
Hamparan di Wairlaka, jelas dia, sawah tadah hujan seluas 11,94 hektar, yang terserang berat 8,2 hektar dan terserang sedang 3,74 hektar.
Lalu untuk hamparan Pedang yang letaknya di sebelah kali, total hamparan seluas 21,75 hektar, terdiri dari padi gogo seluas 16,31 hektar dan jagung seluas 5,44 hektar.
Untuk padi gogo, serangan sedang seluas 12,23 hektar, dan serangan ringan 4,08 hektar. Sementara untuk jagung, serangan berat seluas 3,26 hektar dan serangan sedang 2,18 hektar.*** (eny)















