
Maumere-SuaraSikka.com: Duta Baca Indonesia,
Heri Hendrayana Harris atau yang akrab disapa Gola Gong, bakal mengunjungi Maumere, ibukota Kabupaten Sikka Propinsi NTT.
Menurut informasi, Gola Gong berada di Maumere selama 3 hari, Senin-Rabu (21-23/3). Dia akan mendatangi sejumlah taman baca dan perpustakaan, termasuk melakukan audiens bersama pegiat-pegiat literasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kunjungan Gola Gong dalam rangka Safari Literasi Duta Baca Indonesia. Safari Literasi dibagi dalam dua termin, 18 Januari sampai 2 April 2022 di Pulau Jawa, NTT, dan NTB, lalu selanjutnya ke Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, dan Papua.

Dalam rangka kunjungan sastrawan disabilitas itu, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka Adeodatus Buang da Cunha telah menggelar rapat teknis persiapan di Ruang Baca Kantor Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Jumat (18/3).
Rapat teknis ini melibatkan sejumlah pegiat literasi, inisiator taman baca, serta pustakawan sekolah maupun perguruan tinggi.

Tampak hadir antara lain Pendiri Pondok Baca Kampung Kabor Yohanes Kia Nunang, Kabag Koleksi Unipa Albertino Krisca Sales, Pustakawan SMAK Bhaktyarsa Petrus D Sura, Ketua FPBM Perumnas Gregorio C Fereira, Staf Perpustakaan IKIPMu Ana Sofia, Pustakawan SMPK Frater Gabriel D Gleko, dan Ketua TBM Maria Ferrari Prima Jeanny Kolo.
Adeodatus Buang da Cunha mengatakan kunjungan Gola Gong merupakan momentum penting untuk menggerakkan dan menumbuhkembangkan literasi di Kabupaten Sikka.
Dia mengakui literasi di Kabupaten Sikka masih menyentuh pada kalangan tertentu saja. Pemerintah, kata dia, akan terus-menerus mendorong aktifitas literasi supaya lebih melibatkan cakupan yang luas, terutama para pelajar di daerah itu.
Adeodatus Buang da Cunha mengapresiasi pegiat-pegiat literasi di Kabupaten Sikka yang dengan inisiatif sendiri telah memberikan kontribusi bagi perkembangan literasi di daerah itu.
“Membaca itu sehat, menulis itu hebat, semangat ini yang harus kita tularkan bertepatan dengan kunjungan Duta Baca Indonesia,” ajak dia.
Kunjungan Gola Gong
Gola Gong yang bergerak dari Kabupaten Ende, rencananya akan dijemput di Desa Tebuk Kecamatan Nita, Senin (21/3). Penulis novel Balada Si Roy itu akan diterima secara adat. Setelah itu dia melakukan ramah tamah bersama Forkopimda.
Kunjungan Gola Gong mulai padat pada Selasa (22/3). Dia mengawali kunjungan ke Museum Blikon Blewut dan Perpustakaan Ledalero. Gola Gong dijadwalkan audiens dengan para dosen dan mahasiswa STFK Ledalero.
Setelah itu Gola Gong dijadwalkan ke Unipa Maumere, SDK Maria Ferrari, dan IKIP Muhammdiyah, selanjutnya makan siang di Kantor Desa Geliting.
Usai makan siang, pendiri komunitas seni Rumah Dunia itu akan bertatap muka dengan anggota perpustakaan dan kelompok ekonomi kreatif di Desa Geliting.
Gola Gong kemudian melanjutkan kunjungan ke SMPK Frater Maumere, TBM Sos Waturia, dan TBM Pondok Baca Kampung Kabor. Di sela ini, Gola Gong menyempatkan diri berwisata ke Tanjung Kajawulu.
Kunjungan hari terakhir, Rabu (23/3), hanya singkat saja. Gola Gong dijadwalkan mendatangi Taman Baca Caelin di Perumnas, lalu menyambangi SMAS Katolik John Paul II.
Dia mengakhiri kunjungan ke perpustakaan SMAS Katolik Bhaktyarsa. Selanjutnya Gola Gong menuju ke Larantuka, ibukota Kabupaten Flores Timur.
Adeodatus Buang da Cunha mengatakan seluruh rangkaian kunjungan Gola Gong dilaksanakan dengan protokoler kesehatan. Untuk tatap muka, kata dia, jumlah peserta dan waktu dibatasi.

Pentingnya Membaca
Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando mengukuhkan Heri Hendraya Harris atau yang akrab disapa Gola Gong sebagai Duta Baca Indonesia Tahun 2021.
Menurut Kepala Perpusnas kehadiran Duta Baca di tengah masyarakat diharapkan akan menjadi pendobrak kesadaran pentingnya kebiasaan membaca dan literasi sebagai bagian elemen pembentuk sumber daya manusia unggul dan berdaya saing.
“Masyarakat butuh role model untuk memberikan inspirasi. Saya ingin Gola Gong dapat memastikan seluruh ilmu di perpustakaan dapat diserap, diaplikasikan dan digunakan untuk menciptakan inovasi dalam barang dan jasa,” ungkap dia.
Dia juga berharap Gola Gong sebagai Duta Baca Indonesia sekaligus seorang penulis dapat berakselerasi dengan seluruh komponen bangsa terutama daerah yang kesulitan mendobrak tradisi menulis untuk membentuk komunitas literasi.
“Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat Indonesia menyadari bahwa kemajuan diawali dari merubah pemikiran-pemikiran lama menjadi pemikiran baru melalui buku-buku baru yang tentunya dapat menciptakan inovasi,” ujar dia.
Syarif Bando juga menyampaikan apresisasi kepada orang-orang yang secara tidak langsung berperan sebagai Duta Baca untuk mengajak masyarakat berliterasi.
Menurutnya keterbatasan Perpusnas dalam menjangkauan masyarakat memang membutuhkan bantuan dan partisipasi dari berbagai pihak.*** (eny)















