Megaproyek Menara Lonceng Tuai Pro Kontra Legislator di Sikka

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 23 Maret 2022 - 10:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 70 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Uskup Maumere menandatangani prasasti pembangunan menara lonceng pada kegiatan peletakkan batu pertama awal Pebruari 2022 lalu

Uskup Maumere menandatangani prasasti pembangunan menara lonceng pada kegiatan peletakkan batu pertama awal Pebruari 2022 lalu

Maumere-SuaraSikka.com: Fraksi-Fraksi di DPRD Sikka mulai berkomentar soal  pembangunan menara lonceng di Gelora Samador da Cunha Maumere. Megaproyek senilai Rp 12 miliar itu pun menuai pro kontra para legislator.

Dari 9 fraksi di DPRD Sikka, setidaknya 4 fraksi memberikan pendapat tentang menara lonceng yang peletakan batu pertamanya telah dilaksanakan pada 2 Pebruari 2022 lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sikap politik dan pendapat fraksi-fraksi tertuang dalam pemandangan umum fraksi atas LKPJ TA 2021, Selasa (22/3).

Anggota Fraksi Partai Golkar Maria Angelorum Mayestatis

Bupati Salahgunakan Wewenang
Fraksi Partai Golkar menyayangkan pembangunan menara lonceng di Gelora Samador karena tanpa sepengetahuan DPRD Sikka.

Anggota Fraksi Partai Golkar Maria Angelorum Mayestatis menekankan bahwa Gelora Samador merupalan aset pemerintah daerah. Dengan demikian, kata dia, secara aturan maka peruntukkan, perubahan, dan pengurangan aset harus dengan persetujuan DPRD Sikka.

“Fraksi Partai Golkar berpendapat bahwa Saudara Bupati Sikka diduga menyalahgunakan wewenang dan melanggar azas kecermatan sebagaimana tertuang dalam UU Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan,” tegas jurubicara Fraksi Partai Golkar itu.

Lebih lanjut Fraksi Partai Golkar menyarankan kepada pemerintah agat Gelora Samador da Cunha Maumere dihibahkan kepada Keuskupan Maumere untuk dibangun Gereja Katedral. Hemat Fraksi Partai Golkar, Gereja Katedral lebih memiliki nilai historis.

Simon Subandi Supriadi, anggota Fraksi PKB

Sumber Dana Tidak Jelas
Pada bagian lain, Fraksi PKB mengapresiasi gagasan pembangunan menara lonceng. Hanya saja, gagasan ini tidal didukung dengan perencanaan yang matang dan sumber dana yang tersedia.

Melihat progress pembangunan, jurubicara PKB Simon Subandi Supriadi mempertanyakan kelanjutan pekerjaan serta sumber dana yang membiayai pekerjaan tersebut.

“Fraksi PKB meragukan, bagaimana mungkin bisa membangun menara lonceng dengan nilai yang fantastis, tetapi sumber dananya tidak jelas,” ungkap wakil rakyat yang baru saja dilantik sebagai pengganti antarwaktu.

Baca Juga :  Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Lebih jauh, Fraksi PKB beranggapan menara lonceng merupakan proyek sensasional dan ajaib. Keajaiban itu terjadi karena menara lonceng tidak ada dalam dokumen RPJMD.

“Dalam dokumen yang termuat janji-janji Bupati dan Wakil Bupati, bahwa Gelora Samador akan dibangun Replika Basilika Santo Petrus sebagai objek wisata rohani, sedangkan Gelora Samador akan dipindahkan ke lokasi yang lebih representatif,” tukas dia.

Ketua Fraksi PAN Philipus Fransiskus

Peringatan Uskup Tidak Sekedar Pesan
Sikap kritis juga datang dari Fraksi PAN. Ketua Fraksi PAN Philipus Fransiskus meyebut euforia pelerakkan batu pertama juga dihadiri Uskup Maumere Mgr Edwaldus Martinus Sedu.

“Pertanyaannya, sejauh mana perkembangan pembangunan menara lonceng?” tanya dia.

Fraksi PAN mengungkapkan kekuatiran Uskup Maumere bahwa jangan sampai pembangunan menara lonceng hanya euforia dan mandek di tengah jalan.

Jika dihitung berdasarkan waktu peletakkan batu pertama, menurut Fraksi PAN, kondisi sekarang bukannya jalan di tempat, tetapi baru mau melangkah.

“Apakah semua mimpi besar dan tindakan kita hanya euforia dan akan berhenti di tengah jalan seperti yang dikuatirkan Uskup Maumere?” lanjut Philipus Fransiskus.

Philipus Fransiskus mengatakan peringatan Uskup Maumere tentunya tidak sekedar pernyataan atau pesan.

“Bapa Uskup tentunya punya data dan pengalaman yang kuat terhadap pemerintah kita, sampai pada peringatan tersebut. Bapa Uskup adalah figur yang taat azas dan sangat kuat pada data, teori dan pengalaman untuk tiba pada satu statemen,” tegas dia.

Ketua Fraksi PDIP Stefanus Sumandi

Harus Tuntas
Berbeda dengan fraksi lain, Fraksi PDIP justeru mendukung pembangunan menara lonceng. Fraksi PDIP mendorong percepatan pembangunan.

Baca Juga :  SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan

“”Fraksi mengingatkan pemerintah dan panitia pembangunan agar pembangunan menara lonceng harus sampai tuntas,” ujar Ketua Fraksi PDIP Stefanus Sumandi.

Menurut Fraksi PDIP, kondisi dunia saat ini makin hari makin maju. Kemajuan itu ditandai dengan fase masuknya peradaban manusia ke dalam era digital.

Dalam dunia baru ini  kata dia, di mana-mana orang-orang menunduk tanpa suara sama sekali. Meski berdekatan, namun terasa jauh. Manusia teralienasi dari diri, sesama dan lingkungannya.

Keterasingan itu, lanjut dia, ditandai dengan jauhnya komunikasi antarpribadi manusia dengan manusia, manusia dengan alam semesta, dan manusia dengan Tuhan. Relasi inter dan antarpersonal menjadi begitu jarak lantaran kecanduan hiburan melalui ponsel.

“Dalam kondisi seperti ini, kita butuh kembali ke jalan yang benar. Kembali kepada ekaistensi manusia yang dapat berada hanya mungkin kalau yang lain pun berada. Nah, kita butuh sarana yang selalu mengingatkan kita untuk selalu kembali kepada eksistensi,” papar dia.

Dia mengatakan lonceng di gereja dan bunyi beduk di mesjid, mengingatkan orang bahwa ada waktu untuk melepaskan semua kesibukan lain untuk mengarahkan hati dan pikiran kepada sesama dan Allah.

“Melalui bunyi lonceng, akan mengingatkan kita agar sejenak berkumpul bersama saudara sekantor, serumah dan sekomunitas lainnya dalam nada berdia kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan Kekal,” ujar dia.

Sejak peletakkan batu pertama, belum ada kegiatan pembangunan sama sekali. Bahkan material pun tidak ada di lokasi. Diduga kuat panitia pembangunan belum memiliki dana.*** (eny)

Berita Terkait

Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta
SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan
Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih
49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi
Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:31 WITA

Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:43 WITA

SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:36 WITA

Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:59 WITA

Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:26 WITA

49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:49 WITA

Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:27 WITA

Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:23 WITA

Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Berita Terbaru