
Maumere-SuaraSikka.com: Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo tidak menghadiri sidang pembahasan LKPJ TA 2021, Rabu (23/3) malam. Politisi PKP Sikka Alfridus Melanus Aeng pun menyinggung soal etika kemitraan.
Sebanyak 8 dari 9 fraksi bersepakat sidang paripurna dengan agenda Keterangan Pemerintah terhadap Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi ditunda hingga Bupati Sikka pulang ke Maumere.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Sikka berangkat ke Denpasar, Rabu (23/3) siang, untuk menghadiri rangkaian kegiatan Rakornas bersama Presiden RI. Sementara Presiden Jokowi dikabarkan Rabu (23/3) malam berangkat dari Jakarta, dan tiba di Kupang sekitar pukul 22.15 Wita.
Alfridus Melanus Aeng, Wakil Ketua Fraksi Demokrat Adil Sejahtera mengatakan bukan baru pertama kali Bupati Sikka tidak menghadiri sidang-sidang LKPJ TA 2021.
“Sudah 3 kali tidak hadir, dari agenda Pidato Pengantar, Pemandangan Umum Fraksi, dan malam ini Keterangan Pemerintah,” ungkap dia.
Wakil rakyat 4 periode itu menegaskan bahwa sidang paripurna kali ini, bukan sekedar sidang paripurna biasa. Sidang paripurna ini, tegas dia, berkaitan dengan pertanggungjawaban Bupati Sikka.
“Ini paripurna pertanggungjawaban Bupati, bukan pertanggungjawaban Wakil Bupati. Lalu dalam 3 kali paripurna, orang yang mempertanggungjawabkan LKPJ ternyata tidak hadir,” ungkap dia.
Menurut Alfridus Melanus Aeng, ketidakhadiran Bupati Sikka pada sidang paripurna pembahasan LKPJ 2021, tidak bisa dilihat dalam konteks yang sederhana. Hemat dia, persoalan ini sudah sangat serius.
Alfridus Melanus Aeng berkesimpulan ketidakhadiran Bupati Sikka menunjukkan etika kemitraan yang tidak dibangun dengan baik. Kondisi ini, kata dia, sangat disayangkan jika terus terjadi.
Dia mengatakan jika Bupati Sikka sebagai orang yang bertanggungjawab terhadap LKPJ TA 2021 berhalangan hadir, dari sisi etika, mestinya menyampaikan secara tertulis kepada Pimpinan DPRD Sikka.
“Mestinya Bupati bersurat kepada Pimpinan DPRD, untuk disampaikan kepada anggota. Bukan seperti ini, tanpa pemberitahuan apa-apa,” ujar dia.
Politisi PKP ini juga mengusulkan penundaan sidang dengan agenda Keterangan Pemerintah terhadap Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi. Dia meyakini dokumen Keterangan Pemerintah belum dibaca Bupati Sikka.
“Bupati berangkat siang, dokumen ini dia belum baca. Bisa saja dia bilang tidak bertanggungjawab atas semua yang termuat dalam dokumen ini, karena yang tanda tangan Wakil Bupati,” ujar dia.
Sebagaimana diketahui, pembahasan LKPJ 2021 dimulai pada Senin (14/3) dengan agenda Pidato Pengantar Bupati Sikka. Saat itu Bupati Sikka tidak hadir, dan dokumen Pidato Pengantar dibacakan oleh Wakil Bupati Sikka Romanus Woga.
Sidang paripurna dilanjutkan Senin (21/3) dengan agenda Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi. Namun agenda ini ditunda setelah molor 2,5 jam karena Bupati Sikka dan Wakil Bupati Sikka tidak hadir.
Agenda sidang Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi dilanjutkan pada Selasa (22/3). Wabup Sikka menghadiri sidang, sementara Bupati Sikka tidak hadir pada saat itu.*** (eny)















