
Maumere-SuaraSikka.com: Pengelolaan keuangan negara oleh Pemkab Sikka terus menjadi sorotan. Fraksi PAN menemukan dana Rp 19 miliar yang merupakan Silpa (Sisa Lebih Perhitungan Anggaran) Tahun 2021, ternyata lenyap.
Temuan ini diungkapkan Ketua Fraksi PAN Philipus Fransiskus ketika menyampaikan Pemandangan Umum Fraksi atas Pidato Pengantar Bupati Sikka tentang LKPJ TA 2021, Selasa (22/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Silpa yang lenyap ini, menurut Fraksi PAN, berasal dari pos belanja pegawai. Pos ini, setelah perubahan, dianggarkan sebesar Rp 478 miliar, dengan realisasi per 31 Desember 2021 sebesar Rp 459 miliar, atau terdapat kelebihan senilai Rp 19 miliar.
Philipus Fransiskus mengatakan, dalam penelusuran Fraksi PAN menilai terdapat hal yang tidak relevan dalam uraian Silpa sebesar Rp 39,3 miliar.
“Kami tidak menemukan Silpa belanja pegawai pada Silpa Rp 39,3 miliar,” ungkap Philipus Fransiskus.
Melalui penelusuran lebih lanjut, Fraksi PAN menemukan pemerintah telah memanfaatkan Silpa belanja pegawai untuk menutup utang pada RSUD TC Hillers Maumere sebesar Rp 16 miliar.
Philipus Fransiskus menegaskan bahwa pada APBD 2021 maupun Perubahan APBD 2021 tidak ada anggaran sebesar Rp 16 miliar untuk pembayaran surat keterangan tidak mampu (SKTM) atau Kartu Sikka Sehat (KSS).
Terhadap persoalan ini, Fraksi PAN meminta penjelasan pemerintah secara transparan dan masuk akal.
Sebagaimana mekanisme persidangan, pemerintah akan menjelaskan hal ini pada sidang paripurna dengan agenda Keterangan Pemerintah terhadap Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi.
Sedianya sidang dengan agenda Keterangan Pemerintah dilaksanakan pada Rabu (23/3) malam. Namun sidang tersebut ditunda lantaran Bupati Sikka tidak menghadiri sidang karena sedang berada di Denpasar.*** (eny)















