

Maumere-SuaraSikka.com: Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo diketahui 3 kali mangkir dari sidang LKPJ TA 2021. Fraksi Partai Gerindra dan Fraksi Partai Golkar mempertimbangkan memanggil Bupati Sikka.
Tiga agenda sidang LKPJ 2021 yang tidak dihadiri Bupati Sikka yakni Pidato Pengantar Bupati Sikka tentang LKPJ pada Senin (14/3), Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi Selasa (22/3), dan Keterangan Pemerintah terhadap Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi Rabu (23/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada agenda Pidato Pengantar Bupati Sikka tentang LKPJ 2021, Bupati Sikka sedang berada di Labuan Bajo Manggarai Barat.
Sedangkan pada agenda Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi, Bupati Sikka berada di Maumere.
Sedangkan pada agenda Keterangan Penerintah terhadap Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi yang dijadwalkan berlangsung malam hari, siang harinya Bupati Sikka berangkat ke Denpasar.
Ketidakhadiran Bupati Sikka memicu sikap politik dari fraksi-fraksi. Sebanyak 8 dari 9 fraksi akhirnya bersepakat menunda agenda Keterangan Pemerintah terhadap Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi hingga Bupati Sikka “pulang kampung”.

Sudah Keterlaluan
Ketua Fraksi Partai Gerindra Fransiskus Stephanus Say menilai ketidakhadiran Bupati Sikka pada 3 kali sidang LKPJ 2021, sebagai bentuk semangat kemitraan yang buruk antara eksekutif dan legislatif di daerah itu.
Hemat dia Bupati Sikka mendominasi segala-galanya, hingga menyepelekan seluruh kegiatan di DPRD Sikka. Dia menyebut keegoan Bupati Sikka sudah sangat terlalu tinggi.
“Ini sudah keterlaluan. DPRD tidak dianggap apa-apa,” ujar dia, Rabu (23/3) malam pada sidang paripurna LKPJ 2021.
Dia mengatakan LKPJ 2021 harusnya dipertanggungjawabkan oleh Bupati Sikka, bukan oleh Wakil Bupati Sikka. Karena itu dia mengaku sedih ketika Wabup Sikka justeru menandatangani dokumen LKPJ 2021 seperti Keterangan Pemerintah terhadap Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi.
Mantan Wakil Ketua DPRD Sikka mengatakan ketidakhadiran Bupati tidak bosa dilihat sebagai hal yang sederhana. Dia mengusulkan DPRD Sikka memberikan sikap tegas terhadap hal ini.
“Harus ada sikap tegas dari DPRD. Sikap apa yang harus kita ambil? Fraksi Partai Gerindra akan pertimbangkan apakah meminta penjelasan atau yang lainnya,” ungkap Ketua Partai Gerindra Kabupaten Sikka itu.
Tidak Hormat Lembaga Legislatif
Ketua Fraksi Partai Golkar Antonius Hendrikus Rebu menegaskan fraksinya sudah mengungkapkan kekecewaan ketika Bupati Sikka tanpa pemberitahuan tidak menghadiri agenda Pemandangan Umum Fraksi.
“Dan malam ini terjadi lagi, tidak hadir tanpa pemberitahuan. Saudara Bupati sama sekali tidak menghormati lembaga ini,” ungkap Antonius Hendrikus Rebu, Rabu (23/3) malam.
Antonius Hendrikus Rebu memastikan Fraksi Partai Golkar akan menggunakan hak-hak DPRD Sikka untuk menyikapi ketidakhadiran Bupati Sikka pada 3 kali sidang paripurna pembahasan LKPJ 2021.*** (eny)















