Babak Baru Proyek Air Ijukutu, Kini Masuk KPK

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 14 April 2022 - 09:33 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 72 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung KPK

Gedung KPK

Maumere-SuaraSikka.com: Proyek Pembangunan Jaringan Air Ijukutu di Kecamatan Paga Kabupaten Sikka, memasuki babak baru. Kini persoalan proyek senilai Rp 4 miliar lebih itu tembus ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kasus ini terbawa ke KPK setelah dilaporkan Fransisco Soares Putra, Kuasa Hukum CV Putra Pratama. Laporan secara tertulis kepada komisi anti rasuah dilayangkan pada Selasa (12/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tidak hanya ke KPK, laporan yang sama dialamatkan juga ke Mabes Polri di Jakarta. Tembusan laporan disampaikan juga ke sejumlah lembaga penegak hukum di wilayah NTT dan Sikka.

Sementara secara teknis, persoalan yang sama dalam waktu dekat ini akan dilaporkan kepada Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) di Jakarta.

Fransisco Soares Pati menjelaskan proyek pembangunan air minum bersih  bertujuan untuk melayani kepentingan masyarakat Desa Wolowiro di Kecamatan Paga. Dana proyek bersumber dari APBD Kabupaten Sikka melalui pos pinjaman daerah kepada PT Sarana Multi Infrastruktur.

Menurut dia, sepanjang menyangkut penggunaan keuangan negara hal tersebut menjadi kewenangan KPK RI untuk melakukan pencegahan atau penindakan jika terdapat dugaan perilaku korupsi dalam penggunaannya.

Franaisco Soares Pati, Kuasa Hukum CV Putra Pratama

Pokja VIII dan CV Franklin Pratama Jaya
Laporan Fransisko Soares Pati mengarah kepada
Pokja VIII dan CV Franklin Pratama Jaya. Dua pihak ini dianggap terlibat langsung dalam dugaan korupsi proyek tersebut.

Pokja VIII diketahui sebagai pihak yang menetapkan CV Franklin Pratama Jaya sebagai pemenang lelang. Sementara perusahaan yang dimenangkan diduga bermasalah dalam syarat administrasi.

Fransisco Soares Pati mengaku sangat beralasan melaporkan hal ini karena proyek senilai Rp 4.960.345.600,15 ini diduga kuat terindikasi korupsi.

Baca Juga :  Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Terhadap dugaan korupsi, Fransisco Soares Pati telah menyurati Bupati Sikka pada 31 Januari 2022 lalu, dengan menyertakan kajian hukum secara komprehensif mengenai dampak dan akibat hukum jika proyek tersebut tetap dilanjutkan.

Namun, kata dia, Bupati Sikka belum mengambil keputusan, baik dalam keputusan hukum maupun politik terhadap Pokja VIII yang telah menetapkan CV Franklin Pratama  Jaya sebagai pemenang lelang.

Padahal, menurut dia, Bupati Sikka selaku pengelola keuangan daerah sesuai ketentuan Pasal 4 Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2019 diberi kewenangan penuh untuk mengambil keputusan.

“Kami menunggu dalam ketidakpastian. Sehingga selaku kuasa hukum secara resmi saya melaporkan Pokja VIII dan CV Franklin Pratama Jaya ke KPK dan Mabes Polri,” ungkap dia.

Keterangan Palsu
Fransisko Soares Pati mengaku keputusan melaporkan Pokja VIII dan CV Franklin Pratama Jaya ke KPK dan Bareskrim Mabes Polri karena terdapat petunjuk adanya dugaan tindak pidana.

Diketahui terdapat keterangan palsu pada akta otentik. Dengan kata lain, terdapat tindak pidana pemalsuan dokumen ijazah serta tanda tangan tenaga K3 atas nama Nana Suryana. Padahal yang bersangkutan telah meninggal dunia pada 15 Juni 2021.

Nana Suryana diketahui telah meninggal dunia, hal mana merujuk kepada Surat Keterangan Kematian Nana Suryana Nomor 474.3/117/Pem/VIII/2021 tanggal 16 Agustus 2021 yang ditandatangani Lurah Wargamekar Kecamatan Bale Endah Kabupaten Bandung Propinsi Jawa Barat.

Batalkan Pemenang Lelang
Buat Fransisco Soares Pati tidak ada alasan bagi Pokja VIII dengan argumentasi tidak mengetahui adanya dokumen yang diduga palsu digunakan peserta lelang.

Baca Juga :  Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius

Setelah kasus ini mencuat ke permukaan, ujar Fransisko Soares Pati, seharusnya langkah yang dilakukan Pokja VIII adalah memberikan sanksi kepada CV Franklin Pratama Jaya dan membatalkan penetapan pemenang lelang.

Mirisnya, kata dia, bukannya memberikan sanksi atau membatalkan penetapan pemenang lelang, Pokja VIII justeru melempar bola panas dugaan kasus korupsi ini kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Deny da Lopez.

Pantau Keputusan Bupati
Surat laporan dugaan korupsi Proyek Pembangunan Jaringan Air Ijukutu, ditembuskan juga ke sejumlah pejabat lembaga penegak hukum, seperti Kapolda NTT dan Wakapolda NTT,  sejumlah direktur pada Polda NTT, Kajati NTT, Wakajati NTT dan sejumlah asisten pada Kejati NTT.

Selain itu untuk Kabupaten Sikka di antaranya, Kapolres Sikka dan Wakapolres Sikka, Kepala Satuan dalam lingkup Polres Sikka, Kepala Kejaksaan Negeri Sikka, dan sejumlah Kepala Seksi pada lingkup Kejari Sikka.

Dia mengaku sengaja mengirimkan tembusan surat laporan dugaan korupsi, agar para pejabat lembaga penegak hukum lainnya dapat melakukan pemantauan terhadap keputusan atau kebijakan Bupati Sikka, Kadis PUPR, Pokja VIII dan Direktur CV Franklin Pratama Jaya terkait proyek yang sejak awal penetapan pemenang lelang sudah bermasalah yang memiliki akibat hukum.

Dia mengatakan jika lembaga penegak hukum di NTT atau di Kabupaten Sikka melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait laporan yang disampaikannya maka hal tersebut mutlak menjadi kewenangan lembaga penegak hukum sebagaimana amanat KUHAP.*** (eny)

Berita Terkait

SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan
Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih
49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi
Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere
Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:32 WITA

BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:58 WITA

6 Janji Jenderal Suyudi Awali Langkah Jadi Kapolri

Kamis, 17 September 2026 - 22:07 WITA

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Jumat, 11 September 2026 - 08:50 WITA

Ciri-ciri Pelaku Penembakan di Papua Sudah Diketahui, Polisi Sita Selongsong Peluru

Kamis, 10 September 2026 - 15:06 WITA

KKB Pimpinan Egianus  Kagoya Tembak Mati 3 WNI, 1 Korban Asal Sikka

Senin, 7 September 2026 - 19:54 WITA

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:35 WITA

Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:33 WITA

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Berita Terbaru