



Maumere-SuaraSikka.com: Gara-gara infrastruktur jalan rusak parah, warga Dusun Kajuwain Desa Wailamung Kecamatan Talibura terpaksa berjalan kaki menggotong peti jenazah sepanjang 9 kilometer.
Ambulance yang mengangkut jenazah Elisabeth Wewe, warga Kajowain, tidak bisa melintasi jalan tersebut. Warga pun spontan mengusung peti jenazah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sedihnya, proses pengusungan peti jenazah di tengah guyuran hujan lebat. Warga menutup peti jenazah dengan sebuah terpal berwarna biru.

Tidak Dikerjakan
Camat Talibura Lorens Lilo menjelaskan jalan di daerah itu dalam kondisi rusak parah sudah beberapa tahun terakhir.
Selama ini, kata dia, jalan tersebut hanya bisa dilewati kendaraan bermotor roda dua. Sedangkan kendaraan bermotor roda empat dan selebihnya, tidak berani melintas karena kerusakan yang cukup parah.
Sementara itu Kepala Desa Wailamung Markus Muksin memastikan ruas jalan yang rusak parah sepanjang 9 kilometer.
Prihatin atas kondisi ini, Kades Wailamung lalu mengusulkan pengerjaan ruas jalan ini melalui proses Musbangdes hingga Musrenbang.
“Dari tahun 2018, tiga tahun berturut-turut kami usulkan. Sudah sampai tingkat prioritas, tapi akhirnya tidak dikerjakan,” jelas dia melalui sambungan telepon selular, Selasa (19/4).

Lakalantas
Elisabeth Wewe, berusia 69 tahun, dikabarkan mengalami kecelakaan lalulintas. Perempuan ini dikabarkan hendak menerima bantuan tunai non pangan.
Warga Dusun Kajuwain itu akhirnya menghembuskan napas. Jenazahnya, Selasa (19/4) siang tadi dibawa dengan mobil ambulance menuju ke rumah duka.
Namun karena kondisi jalan yang rusak parah, akhirnya warga terpaksa menggotong sejauh 9 kilometer hingga ke rumah duka.*** (eny)

















