Carut-Marut Proyek Jaringan Air Ijukutu, Belum Ada yang Mampu Selesaikan

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 25 April 2022 - 23:50 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 54 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pembangunan jaringan air

Ilustrasi pembangunan jaringan air

Maumere-SuaraSikka.com: Proyek Pembangunan Jaringan Air Ijukutu di Kecamatan Paga Kabupaten Sikka, hingga kini masih bermasalah. Belum ada satu pihak pun yang mampu menyelesaikan carut-marut proyek senilai Rp 4.960.345.600,15 tersebut.

Sebagaimana diketahui, Pokja VIII telah menetapkan CV Franklin Pratama Jaya sebagai pemenang lelang. Keputusan ini kemudian ditolak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Denny da Lopez selaku PPK melakukan penolakan atas keputusan Pokja VIII karena dari hasil review yang dilakukannya, ditemukan 2 peserta lelang yakni CV Asyifaraya dan CV Franklin Pratama Jaya, menggunakan tenaga K3 yang sama atas nama Nana Suryana.

CV Asyifaraya kemudian digugurkan pada proses seleksi. Sementara CV Franklin Pratama Jaya diloloskan, hingga akhirnya ditetapkan sebagai pemenang.

Masalahnya semakin kental, setelah dalam perkembangan diketahui Nana Suryana telah meninggal dunia sebelum proses lelang. Dugaan manipulasi dokumen pun mulai tercium.

Baik PPK maupun Pokja VIII menganggap proses kerja yang mereka lakukan sudah sesuai ketentuan. Dampaknya hingga sekarang proyek yang bersumber dari dana pinjaman daerah sama sekali belum dikerjakan.

Kepala Inspektorat Kabupaten Sikka Germanus Goleng

APIP Fasilitasi Pertemuan
Media ini mendapat kabar Inspektorat Kabupaten Sikka selaku Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) telah memfasilitasi pertemuan antara para pihak.

Baca Juga :  Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius

“Ya, saya fasilitasi pertemuan antara pihak untuk mengetahui letak persoalan dan mencarikam solusi,” ujar Kepala Inspektorat Germanus Goleng yang ditemui di ruang kerjanya, Senin (25/4).

Para pihak yang dimaksudkan adalah Pokja VIII, Kepala Unit Kegiatan Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ), PPK dan Kepala Dinas PUPR Sikka. Pertemuan para pihak ini terjadi pada Selasa (12/4) lalu.

Germanus Goleng membenarkan jika Pokja VIII dan PPK masih berselisih paham terkait proses lanjut Proyek Pembangunan Jarungan Air Ijukutu.

Dengan kondisi ini, jelas dia, Kepala Dinas PUPR selaku pengguna anggaran, harus segera mengambil sikap untuk menyelesaikan persoalan ini.

“Karena itu kami sarankan agar Kadis PUPR melakukan konsultasi ke LKPP,” ujar Germanus Goleng.

Setelah pertemuan yang difasilitasi Inspektorat Sikka, ternyata belum ada tanda-tanda kemajuan. Germanus Goleng mengaku pihaknya masih menunggu informasi dari Kadis PUPR terkait hasil konsultasi ke LKPP.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sikka Fred.Djen

Tidak Tahu Masalah
Pada tempat terpisah, Kepala Dinas PUPR Sikka Fred Djen memastikan Inspektur Sikka menyarankan kepada dirinya untuk melakukan konsultasi ke LKPP.

Baca Juga :  Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta

Hingga sekarang, katanya, dia belum melaksanakan saran tersebut. Pasalnya, Fred Djen mengaku tidak mengetahui persis permasalahan yang terjadi.

“Saya diminta konsultasi ke LKPP. Terus terang, saya malu juga, karena saya tidak tahu persoalan ada di mana. Nanti kalau LKPP tanya masalahnya, saya mau jawab apa,” ungkap Fred Djen di ruang kerjanya, Senin (25/4).

Karena itu, buat Fred Djen, jika harus konsultasi ke LKPP, dia tidak mau berangkat sendirian. Menurut dia, konsultasi harus dilakukan bersama-sama dengan Pokja VIII, Kepala UKPBJ, dan PPK.

Fred Djen menegaskan selaku pengguna anggaran, dia belum bisa melakukan intervensi, karena persoalan proyek ini masih pada ranah Pokja VIII dan PPK.

Dugaan KKN
Sementara itu, sebelumnya Fransisco Soares Pati, selaku Kuasa Hukum CV Putra Pratama, menduga kuat adanya indikasi praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme pada proyek ini.

Atas dasar dugaan-dugaan tersebut, Fransisco Soares Pati telah melaporkan persoalan ini ke berbagai pihak, seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Mabes Polri, dan LKPP.*** (eny)

Berita Terkait

Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta
SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan
Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih
49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi
Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:31 WITA

Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:43 WITA

SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:36 WITA

Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:59 WITA

Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:26 WITA

49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:49 WITA

Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:27 WITA

Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:23 WITA

Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Berita Terbaru