




Maumere-SuaraSikka.com: Puluhan anak Sekami dan Sekar bersama OMK Santo Yohanes Paulus II Centrum menggelar pentas seni. Kegiatan ini dimaksudkan untuk penggalangan dana renovasi Gereja Centrum.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pentas seni berlangsung di halaman depan Gereja Centrum, Minggu (8/5) malam. Ratusan penonton memadati areal pentas. Tampak di antaranya Pastor Paroki Santo Thomas Morus RD Lorens Noi dan Wakil Ketua Stasi Santo Yohanes Paulus II Centrum Markus Rua.
Kegiatan hiburan dan kreatifitas ini tidak mengganggu ibadah hari Minggu, karena digelar usai Perayaan Ekaristi. Pintu utama gereja ditutup, dan bagian depannya dijadikan panggung pagelaran.
Pentas seni anak-anak, remaja dan orang muda Katolik ini bertepatan dengan Minggu Panggilan Sedunia ke-59. “Dipanggil Manjadi Sahabat Seperjalanan” menjadi tema momentum yang penting ini.
Inspirasi Kaum Awam

Suster Maria Jeni selaku pembina Sekami dan Sekar mengungkapkan kebahagiaannya karena kegiatan pentas seni berhasil dilaksanakan sesuai rencana.
Biarawati dari Ordo Katekis Hati Kudus Yesus (SCSC) itu beralasan secara internal banyak yang meragukan. Apalagi sebagai inisiator mereka tidak punya dana sama sekali untuk menggelar pentas seni.
“Kami tidak ada dana, tapi Tuhan sungguh baik, semuanya berjalan sesuai rencana,” ungkap dia terharu.

Pastor Paroki Santo Thomas Morus RD Lorens Noi pada sambutan pembukaan pentas seni, mengapresiasi kreatifitas anak-anak, remaja, dan orang muda di Stasi Santo Yohanes Paulus II Centrum, terutama partisipasi dan keterlibatan dalam renovasi gereja.
Dia mengingatkan kembali kotbah Uskup Maumere saat merayakan Perayaaan Ekaristi pada Minggu (1/5) lalu di Gereja Centrum.
“Kesan Bapa Uskup, Centrum luar biasa. Centrum menjadi inspirasi kaum awam dalam bergereja,” ungkap RD Lorens Noi.

Himpun Dana Rp 16.800.000
Penggalangan dana pada pentas seni untuk renovasi Gereja Centrum dilakukan dengan cara penjualan tiket masuk.
Panitia menyediakan berbagai harga tiket masuk, dari yang terendah Rp 10.000 hingga tertinggi Rp 500.000. Dari karcis masuk yang terjual, panitia berhasil menggaet Rp 16.800.000.
“Hasil penjualan karcis masuk semuanya kami sumbangkan untuk renovasi gereja,” ujar Suster Maria Jeni.

Semarak
Kolaborasi Sekami, Sekar, dan OMK menghadirkan sejumlah kreatifitas seni. Penampilan peserta acara berlangsung semarak, menghibur, dan penuh edukasi.
Mereka menampilkan tari-tarian, pantun jenaka, puisi, drama panggilan, musik solo, paduan suara, monolog dan lawak. Sebanyak 16 konten acara dibagi dalam 4 sesi.
Nadin Wua Ta’a menjadi opening ceremony yang luar biasa. Sebagai tarian penerima tamu, para penari dari Sekami mampu “menghipnotis” ratusan penonton.
Sambil menari, mereka mengedarkan seneng ke penonton, dan berhasil menggaet dana sebanyak Rp 1.182.000. Dana ini pun akan disumbangkan untuk renovasi gereja.

Noel dan Juan Parera, dua bocah Sekami memanaskan panggung pentas seni melalui pantun jenaka. Keduanya saling berbalas pantun, menyinggung pandemi Covid, memotivasi panggilan Kristiani, termasuk mendorong kontribusi renovasi gereja.
Penampilan Frater-Frater Ritapiret sebagai peserta tamu, tidak kalah menarik. Kelompok minat animator Sekami ini membawakan tarian dan nyanyian. Mereka mengajak pula penonton ikut bernyanyi dan bergoyang ria.
Panggung pentas seni semakin menarik dan memikat penonton dengan berbagai hiburan dan kreatifitas seni. Kegiatan ini baru berakhir sekitar pukul 23.00 Wita.

Swadaya Umat
Renovasi Gereja Centrum resmi dimulai pada Senin (2/5) dengan seremoni peletakkan batu pertama oleh RD Lorens Noi, Ketua Stasi, Ketua Panitia, dan 7 Ketua Lingkungan.
Sebagaimana rancangan design gambar dan anggaran, renovasi gereja ini diperkirakan menelan biaya lebih dari Rp 4 miliar.
Sumber utama dana renovasi berasal dari swadaya umat Stasi Santo Yohanes Paulus II Centrum. Panitia Renovasi juga melakukan penggalangan dana dari pihak lain.*** (eny)






















