




Maumere-SuaraSikka.com: Kapolres Sikka AKBP Nelson Filipe Diaz Quintas berbagi kasih dengan penghuni Panti Dymphna. Nova, salah seorang penghuni panti menyambut dengan sentilan “Jangan Ada Dusta di Antara Kita.
Nova, warga Panti Dymphna dari Dusun Ili didaulat menyanyikan sebuah lagu untuk menyambut kehadiran Kapolres Sikka dan rombongan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Perempuan disabilitas yang sudah 2 tahun dirawat di Panti Dymphna itu lalu memilih lagu yang dipopulerkan Broery Marantika dan Dewi Yull.
Meski sebagai penyandang disabilitas, Nova sukses membawakan lagu sebagaimana manusia normal. Apalagi dia memiliki warna suara yang khas.

Dia tidak menghapal lirik lagu secara utuh, tapi membacanya dari layar android yang dipinjamkan pegawai Panti Dymphna.
Aksi Nova mendapat tepuk tangan meriah. Sebelum meninggalkan Panti Dymphna, Kapolres Sikka sempat mengajak Nova foto bersama.

Dukung Misi Kemanusiaan
Kapolres Sikka menyambangi Panti Dymphna bersama beberapa perwira. Tampak terlihat Kasat Lantas AKP Firramudin, Kasat Binmas Iptu Markus Mamu Suban, dan Kasi Humas Iptu Margono.
AKBP Nelson Filipe Diaz Quintas membawa sejumlah bantuan. Bantuan yang disalurkan seperti beras, telur ayam, indomie, dan minyak goreng.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis, diterima lansung Suster Lucia, CIJ selaku pemimpin panti.
Pada momen kunjungan sosial ini, Kapolres Sikka memberikan apresiasi dan respek kepada Suster Lucia CIJ yang telah memilih berjuang pada misi kemanusiaan.
“Saya mendukung penuh upaya-upaya misi kemanusiaan,” ujar AKBP Nelson Filipe Diaz Quintas yang baru bertugas 2 bulan lebih di Kabupaten Sikka.
Dia mengaku mengetahui keberadaan dan eksistensi Panti Dymphna dari Brigjen Pol Ghiri Prawijaya, mantan Kapolres Sikka, yang kini menjabat sebagai Kepala BNNP Sulawesi Selatan.
“Pesan Pak Ghiri kepada saya, tolomg bantu Panti Dhmphna,” cerita dia.

Perhatian yang Luar Biasa
Suster Lucia CIJ menyampaikan terima kasih atas kunjungan Kapolres Sikka dan rombongan. Dia menyebut kunjungan tersebut sebagai bentuk perhatian yang luar biasa kepada para penghuni panti.
“Beberapa Kapolres yang bertugas di sini sering memberikan bantuan kepada kami,” ujar dia.

Saat kini Panti Dymphna mengasuh 127 disabilitas, terdiri dari 120 perempuan dan 7 laki-laki. Para disabilitas ini ditangani 28 perawat psikolog.
Banyak penghuni panti yang sudah sembuh, dan kembali ke keluarga. Tapi ada juga yang tetap bertahan di panti dan memilih menjadi pengasuh para penghuni. Ada 1 penghuni panti yang sudah sembuh, kini sedang kuliah pada Fakultas Psokologi Unipa Maumere.*** (eny)






















