
Maumere-SuaraSikka.com: Kantor Pencarian dan Pertolongam Maumere bersama potensi-potensi SAR setempat menyusun rencana kontigensi kecelakaan kapal di Laut Flores. Hal ini dilakukan dalam upaya mewujudkan pelayanan yang prima bagi masyarakat.
Rencana kontigensi merupakan suatu proses identifikasi dan penyusunan rencana yang didasarkan pada keadaan kontigensi atau yang belum tentu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penyusunan rencana kontigensi berlangsung pada kegiatan Rapat Koordinasi SAR Daerah (Rakorsarda). Rakorsarda dilaksanakan sehari penuh, Senin (29/5), bertempat di Hotel Capa Kecamatan Kangae.
Rakorsarda melibatkan 100 peserta, terdiri dari personil Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, institusi TNI/Polri, pemerintah daerah setempat, instansi vertikal, swasta, dan masyarakat.

Ketua Panitia Rapat Koordinasi SAR Daerah I Wayan Suwena menyebutkan setidaknya terdapat tiga tujuan dalam pelaksanaan Rakorsarda.
Pertama, terciptanya sinergitas antara Kantor Pencarian dan Pertolongan di Maumere dengan seluruh potensi pencarian dan pertolongan khususnya pada saat pelaksanaan operasi sar kecelakan kapal di Laut Flores.
Kedua, meningkatkan koordinasi antara Basarnas Maumere dengan potensi-potensi SAR. Dan ketiga, setiap potensi SAR lebih memahami tugas dan peran dalam pelayanan kecelakaan sesuai rencana kontigensi yang telah disusun
agar berjalan dengan baik efektif dan efisien
“Jadi dalam momen Rakorsarda ini, peserta secara bersama-sama menyusun rencana kontigensi kecelakaan kapal di Laut Flores,” ujar dia.

Acuan Pelaksanaan Operasi SAR
Rakorsarda sedianya dihadiri Direktur Operasi Badan Pencarian dan Pertolongan Brigjen TNI (Mar) Marjanto. Namun yang bersangkutan berhalangan hadir. Dia diwakili Budi Prayitno selaku Kepala Koordinator Substansi Dukungan Operasional Basarnas.
Dalam sambutan yang dibacakan Budi Prayitno, Brigjen TNI (Mar) Marjanto mengatakan sebagaimana Peraturan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Nomor 10 Tahun 2018 tentang Pengusunan Rencana Kontigensi Pencarian dan Pertolongan, bahwa Kantor Pencarian dan Pertolongan wajib menyusun rencana kontigensi.
Hal ini, kata dia, mengacu kepada PP Nomor 22 Tahun 2017 tentang Operasi Pencarian dan Pertolongan, di mana Badan Pencarian dan Pertolongan mempunyai tugas dan fungsi menyusun rencana operasi pencarian dan pertolongan yang didasarkan kepada rencana kontigensi pencarian dan pertolongan.

Menurut Brigjen TNI (Mar) Marjanto
penyusunan rencana kontigensi yang pertama telah dilaksanalan pada tahun 2015 dengan outpun berupa draft rencana kontigensi kantor pencarian dan pertolongan.
Draft yang telah disusun tersebut, kata dia, perlu disempurnakan dengan membuat kesepakatan bersama antara Kantor Pencarian dan Pertolongan dengan potensi pencarian dan pertolongan terkait.
Penyusunan rencana kontigensi, lanjut dia, bertujuan untuk penyamaan pola pikir dan koordinasi dalam pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan.
Dia berharap rencana kontigensi yang dibuat nantinya dapat diformalisasi menjadi acuan bersama dalam pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan serta dapat diuji melalui pelatihan pencarian dan pertolongan (latsarda) sehingga dapat diterapkan apabila terjadi kecelakaan, bencana, kondisi membahayakan manusia, apabila benar-benar terjadi.
“Saya berharap seluruh peserta yang terlibat pada kegiatan ini benar-benar melaksanakan penyusunan rencana kontigensi sehingga menghasilkan rencana kontigensi yang dapat membantu tercapainya operasi pencarian dan pertolongan dengan cepat, tepat, aman, terpadu, dan terkoordinasi,” kata dia.

Sangat Penting
Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo hadir dan membuka Rapat Koordinasi SAR Daerah yang dilaksanakan Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere.
Dia mengatakan kegiatan-kegiatan pencarian dan pertolongan membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
Karena itu, kata dia, penyusunan rencana kontigensi, merupakan sebuah kegiatan yang sangat penting sekali.
Dalam kesempatan itu, dia mengusulkan agar dimasukkan juga penggunaan teknologi dalam operasi pencarian dan pertolongan.
“Kita berada pada era digitalisasi. Sebagai usulan saja, mungkin ini bisa dimasukkan dalam penyusunan perencanaan” ujar Bupati Sikka.

Pada bagian lain, Bupati Siika mengapresiasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere yang dipimpin I Putu Sudayana.
Bupati Sikka menangkap kesan sangat baik melakukan koordinasi, tidak saja secara internal, tetap juga dengan pemerintah daerah setempat.
Usai membuka kegiatan Rakorsarda, Bupati Sikka menyematkan tanda peserta kepada perwakilan peserta Rakorsarda. Pada momen itu juga I Putu Sudayana mewakili Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere memberikan cinderamata kepada Bupati Sikka.*** (eny)















