
Maumere-SuaraSikka.com: Masyarakat adat Tana Ai mulai mengungkap tipu daya yang dilakukan calon Bupati Sikka. Tipu daya dilakukan dengan modus janji omong kosong yang disampaikan pada saat kampanye Pilkada.
Hal ini disinggung Damaskus Jen, yang mengaku sebagai tokoh masyarakat Suku Soge Natarmage. Dia mengungkapkan hal ini saat rapat dengar pendapat (RDP) antara masyarakat adat Tana Ai dan DPRD Sikka, Jumat (10/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jelang Pilkada, ada calon yang janjikan kami, dalam waktu 6 bulan jika terpilih (dia) akan selesaikan masalah ini. Namun setelah terpilih, sampai sekarang belum terjawab,” ujar dia dalam forum RDP yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Sikka Gorgonius Nago Bapa.
Damaskus Jen tidak menyebut secara jelas siapa oknum calon Bupati Sikka yang tebar janji bohong kepada masyarakat adat, termasuk kapan dan di mana calon Bupati Sikka tersebut menyampaikan janji.
Dia mengaku kecewa dengan oknum calon Bupati Sikka, yang hanya karena untuk mendapatkan suara, terpaksa menjual janji-janji omong kosong kepada masyarakat adat.
Berkaca pada pengalaman buruk janji-janji omong kosong itu, Damaskus Jen meminta DPRD Sikka serius menyelesaikan konflik tanah eks HGU Nangahale.
“Jangan biarkan kami saja yang tagih janji, tapi kamu wakil rakyat sebagai perpanjangan tangan kami, tolong tangani masalah ini dengan serius,” desak Damaskus Jen.
Sebagaimana diketahui DPRD Sikka menggelar RDP bersama masyarakat adat, Jumat (10/6). Sebanyak 500 orang masyarakat adat yang terdiri dari Suku Soge Natarmage dan Suku Goban Runut tumpah ruah ke Gedung DPRD Sikka. Mereka menumpang 15 kendaraan pikup.
Masyarakat adat juga membawa serta sejumlah poster yang berisikan tuntutan dan perjuangan mereka atas hak asal-usul tanah eks HGU Nangahale.*** (eny)















