
Maumere-SuaraSikka.com: Anggota Brimob B Pelopor Maumere berhasil meringkus Kornelis Edison Lodam. Pria berusia 30 tahun ini mengaku berdinas di Badan Intelijen Negara (BIN). Padahal dia hanyalah seorang karyawan Telkomsel.
Penangkapan TNI Gadungan berpangkat Kolonel ini terjadi pada sebuah showroom jual beli motor di Wolong Betan Lingkar Luar Kelurahan Nangalimang Kabupaten Sikka, Sabtu (11/6) sekitar pukul 20.00 Wita.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Laki-laki kelahiran Boawae Kabupaten Nagekeo tersebut langsung digelandang ke Mapolres Sikka untuk menjalani pemeriksaan.
Turut hadir dalam pemeriksaan yakni Kasat Intel Polres Sikka Ipda Misbar dan anggota, Pasiops Unit Intel Lanal Maumere Lettu Laut (E) Jion, Kanit KSPT 3 Ipda Khairil Safar, Dansub Unit Intel Lanal Maumere Letda Laut (P) Ardianto, dan anggota Unit Intel Kodim Sikka.
Tugas di NTB
Saat ditangkap, Kornelis Edison Ladam sedang asyik konsumsi minuman keras bersama sejumlah temannya sekitar pukul 11.00 Wita. Kepada teman-temannya, Edison Ladam mengaku berpangkat Kolonel Angkatan Laut.
Agar meyakinkan, Edison Ladam yang diketahui berdomisili di Mukusaki Kecamatan Wewaria Kabupaten Ende ini, kemudian membeberkan tugas dinasnya. Dia mengaku pernah berdinas di Papua, dan saat kini ditempatkan di NTB.
Karena ditempatkan di NTB, Edison Ladam pun terbang ke tempat tugas yang baru. Dia transit di Kupang, dan seterusnya menuju Ende. Setelah itu menggunakan jalan darat ke Maumere.
Edison Ladam sudah 3 hari berada di Maumere. Dia mengaku sudah bertemu Wadanlanal Maumere sekaligus melaporkan keberadaannya di Maumere. Menurut rencana, Edison Ladam akan berangkat ke NTB pada Minggu (12/6) hari ini.

Tangkap
Berselang setengah jam kemudian, datanglah Bripka Ferdinandus Yoris, seorang anggota polisi. Ferdinandus Yoris sempat menanyakan tahun kelulusan Edison Ladam dari Akademi Militer (Akmil). Dengan penuh keyakinan, Edison Ladam menyebut lulusan Akmil pada tahun 2008.
Ferdinandus Yoris kemudian bertanya tentang Betty, seorang perempuan yang bertempat tinggal di Kelurahan Kota Uneng. Rupanya Edison Ladam mengenal perempuan ini.
Polisi ini kemudian berinisiatif menelepon Betty. Dia ingin memastikan apakah benar Edison Ladam seorang anggota BIN dari unsur TNI AL. Betty memastikan bahwa Edison Ladam bukan anggota BIN melainkan karyawan Telkomsel.
Setengah jam kemudian 2 orang anggota Brimob B Pelopor Maumere, Brigadir Satu Mukhlis dan Brigadir Kepala Hendrik Isohone, tiba di showroom. Edison Ladam masih terlihat mabuk-mabukan bersama teman-temannya.
Dua anggota Brimob ini pun mencurigai Edison Ladam yang terus-menerus mengaku sebagai anggota BIN. Mereka lalu berkoordinasi dengan Pomal Maumere, sekaligus mencari tahu identitas Edison Ladam.
Setelah melakukan identifikasi, Pomal Maumere memastikan bahwa tidak ada anggota TNI AL bernama Edison Ladam, apalagi yang ditugaskan pada institusi BIN.
Karena sudah mulai curiga dengan gelagat Edison Ladam, akhirnya Brigadir Satu Mukhlis memeluk yang bersangkutan. Dengan gerak cepat dia mencabut pistol dari pinggang Edison Ladam, sekaligus memastikan pistol yang digunakan asli atau palsu.
Alhasil Edison Ladam pun dalam penguasaan anggota Brimob. Sementara itu Bripka Ferdinandus Yoris menghubungi Brigadir Vinceny, seorang anggota Brimob, untuk segera melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Sikka.
Sekitar pukul 21.00 Wita, mobil patroli Polres Sikka tiba di tempat kejadian perkara. Edison Ladam langsung dibawa ke Mapolres Sikka.
Barang bukti yang ikut diamankan dari TNI gadungan ini yakni 1 buah pistol korek api jenis Baretta, 1 buah handphine merek Xiaomi Reatme dengan nomor kontak 081246455863, dan 1 buah minyak lintah.

Gadungan 6 Bulan
Dari hasil pemeriksaan, diketahui Edison Ladam sudah 6 bulan mengaku sebagai anggota BIN dari unsur TNI AL.
Untuk meyakinkan orang lain, dia memalsukan identitas dengan cara mengedit foto. Proses pengeditan foto dibantu seorsng temannya bernama Yaris yang adalah warga Kabupaten Ende.
Ada berbagai foto editan yang menggambarkan pria ini sedang berpakaian dinas tentara, di antaranya berpangkat Serka TNI AD dan Kolonel TNI AL.
Saat diperiksa Edison Ladam menjelaskan dia memalsukan identitas dan mengaku anggota BIN dengan tujuan menakut-nakuti masyarakat. Tujuan lain, tambah dia, untuk melancarkan hasratnya meraih keuntungan dari Calon Siswa yang akan mendaftar sebagai prajurit TNI.
Dalam aksinya, Edison Ladam mengaku bisa membantu meloloskan Calon Siswa. Namun selama 6 bulan beraksi sebagai TNI gadungan, Edison Ladam mengaku belum ada korban yang berhasil dia tipu.
TNI gadungan ini kemudian membuat surat pernyataan untuk tidak lagi melakukan perbuatan yang sama maupun perbuatan lain yang melawan hukum.*** (eny)















