
Maumere-SuaraSikka.com: Selama empat hari Sidiq Suryawan dirawat di rumah sakit. Tentara berpangkat Serda ini tergeletak akibat penyakit demam berdarah (DBD). Dia bersyukur seluruh biaya pengobatan dijamin penuh melalui program JKN-KIS.
Sidiq lalu mengisahkan pengalamannya mendapatkan kemudahan dari JKN-KIS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mulanya, kata dia, pada awal Pebruari 2021 lalu, Sidiq merasakan badan panas, meriang, dan mual. Tapi dia tidak mengalami batuk pilek. Lalu dia meminta seorang temannya untuk membantu membelikan obat untuk menurunkan panas pada sebuah apotek..
Dua hari menenggak obat turun panas, suhu badan Sidiq bukannya membaik, malah semakin menjadi. Suhu badannya memcapai 40 derajat.
Mengingat kondisi kesehatannya makin buruk, Sidiq akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit Santo Gabriel Kewapante. Dia menjalani pemeriksaan kesehatan pada UGD rumah sakit swasta tersebut.
Karena harus menjalani perawatan secara intensif, Dokter lalu menyarankan Sidiq menjalani rawat inap.
Dalam kondisi sakit, tentara ini sempat memikirkan biaya pengobatan. Meski punya penghasilan tetap, Sidiq kuatir kemampuan keuangannya tidak bisa membiayai pengobatan selama rawat inap.
Empat hari setelah rawat inap, kesehatan Sidiq mulai membaik. Dia pun diperbolehkan kembali ke rumahnya. Dalam nada girang karena sudah sembuh, Sidiq masih membayangkan mahalnya biaya pengobatan.
Tentara ini kaget ketika diberitahu tidak ada biaya pengobatan. Alasannya karena dia terdata sebagai peserta JKN-KIS. Biaya kesehatan peserta sudah dijaminkan oleh BPJS Kesehatan. Sidiq lantas mengucap shukur atas pengalaman tersebut.
“Syukur sekali, tidak ada biaya yang saya keluarkan. Ini kareja saya telah menjadi peserta JKN-KIS,” ujar dia bangga.
Sidiq lalu membayangkan seandainya dia bukan peserta JKN-KIS. Pada saat kesulitan finansial dan harus membiayai pengobatan, tentu saja dia harus kerepotan mencari uang.
“JKN-KIS benar-benar bermanfaat sekali,” ungkap dia.
Sidiq juga menceritakan pengalamannya mendapatkan pelayanan kesehatan dari dokter dan tenaga kesehatan. Kesan dia, pelayanannya sangat baik. Apalagi, tambah dia, tidak ada perbedaan antara pasien umum dan pasien JKN-KIS.
Berkali-kali Sidiq mengucap syukur karena telah menjadi peserta JKN-KIS, dan telah merasakan manfaatnya.
Sambil itu dia memberikan apresiasi dan terima kasih kepada BPJS Kesehatan karena telah menanggung semua biaya kesehatan selama dia dirawat di rumah sakit.
Dia sangat berharap BPJS Kesehatan bersama JKN-KIS terus konsisten memberikan pelayanan dan kemudahan bagi warga masyarakat.*** (eny)















