Demi Akomodir BTT, Anggaran OPD Lain Dirasionalisasi

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 30 Juni 2022 - 15:01 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 22 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fransiskus Bari, anggota Fraksi Partai Nasdem

Fransiskus Bari, anggota Fraksi Partai Nasdem

Maumere-SuaraSikka.com: Anggaran belanja tidak terduga (BTT) tahun 2021 di Kabupaten Sikka, membengkak 247,95 persen. Demi mengakomodir pos ini, anggaran pada sejumlah organisasi perangkat daerah lainnya terpaksa mengalami rasionalisasi.

Semula, DPRD Sikka bersama Pemkan Sikka menetapkan APBD 2021 dengan alokasi BTT senilai Rp 5.355.673.480. Kemudian dalam perkembangan, anggaran ini bertambah menjadi Rp 19.931.863.046,41 tanpa melalui mekanisme anggaran di DPRD Sikka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fraksi Partai Nasdem dalam Pemandangan Umum atas Pidato Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2021, Selasa (28/6),  menyebut untuk dana BTT, telah terjadi empat kali perubahan Peraturan Bupati Sikka. Pada akhirnya hanya mampu menyerap anggaran sebesar 69,01 persen.

“Ini menunjukkan bahwa perencanaan keuangan pada Pos BTT, sangat tidak matang, dan mengakibatkan banyak OPD yang anggarannya dirasionalisasikan demi mengakomodir BTT, yang akhirnya bermuara pada ranah hukum akibat adanya dugaan korupsi karena buruknya perencanaan,” demikian Fransiskus Bari, anggota Fraksi Partai Nasdem.

Baca Juga :  Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius

Terhadap sorotan ini, Pemkab Sikka menguraikannya dalam keterangan pemerintah atas pemandangan umum fraksi, Kamis (30/6).

Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo tidak hadir pada agenda paripurna ini. Keterangan pemerintah disampaikan Wakil Bupati Sikka Romanus Woga yang juga adalah Ketua Partai Nasdem Sikka.

Menurut Wabup Sikka Romanus Woga, sifat dari anggaran BTT adalah anggaran antisipasi sesuai Pasal 55 ayat (1) PP Nomor 12 Tahun 2019 rentang Pengelolaan Keuangan Daerah.

Regulasi dimaksud menyebutkan BTT merupakan pengeluaran anggaran atas beban APBD untuk keperluan darurat termasuk keperluan mendesak yang tidak dapat diprediksi sebelumnya.

Dia lalu menguraikan realisasi BTT senilai Rp 13.754.138.057. Pertama, untuk penanganan bencana Non Covid-19 sebanyak 2 kegiatan dengan total dana Rp 7.957.905.250.

Baca Juga :  Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Kedua, untuk penanganan bencana Covid-19 sebanyak 34 kegiatan senilai Rp 6.022.427.545.

Ketiga, untuk pengembalian kelebihan penerimaan yang bukan menjadi hak pemerintah daerah sebanyak 5 kegiatan senilai Rp 188.121.935.

Dan keempat, untuk pembayaran bantuan sosial tidak terencana sebanyak 21 pemohon dengan total dana sebesar Rp 175.499.250.

Wabup Sikka menambahkan alokasi BTT pada Perubahan APBD 2021 senilai Rp 19 miliar lebih, masih jauh lebih rendah dari arahan Gubernur NTT sebagaimana surat Nomor 903.176/BKUD5.1/2021 tertanggal 1 Pebruari 2021. Surat dimaksud ditujukan kepada Walikota Kupang dan para Bupati di NTT.

Dalam suratnya, Gubernur NTT meminta perhatian Walikota/Bupati untuk menganggarkan alokasi dana BTT melalui refoccusing minimal sebesar Rp 50 miliar untuk dapat cepat bertindak menyikapi kemungkinan peningkatan kasus positip Covid-19 dan kemungkinan bencana lainnya serta pelaksanaan vaksinasi Covid-19.*** (eny)

Berita Terkait

Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta
SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan
Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih
49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi
Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:31 WITA

Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:43 WITA

SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:36 WITA

Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:59 WITA

Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:26 WITA

49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:49 WITA

Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:27 WITA

Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:23 WITA

Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Berita Terbaru