Polisi: Tegas Tetap Humanis

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 1 Juli 2022 - 16:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 28 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Marianus Gaharpung

Marianus Gaharpung

Polisi di awal kemerdekaan di bawah Departemen Dalam Negeri dengan pola pendekatan yang sangat represif. Maklum karena kita baru merebut kemerdekaan.

Sehingga sangat dirasakan institusi ini hadir dengan mengepankan penegakan hukum tanpa tedeng aling aling. Wajah Polri ketika itu merupakan institusi yang seram, angker serta menakutkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam perjalanan waktu Polri terus berbenah diri untuk mencari pola terbaik sesuai kebutuhan perkembangan masyarakat Tanah Air.

Akhirnya melalui Undang Undang Kepolisian Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan peran sebagai alat pemelihara keamanan dalam negeri, wajah Polri mulai terus berbenah.

Polri tidak lagi di bawah Departemen Dalam Negeri, tetapi berdiri sendiri dengan mengemban tugas mengamankan masyarakat tanah air dalam kaitan dengan kejahatan apa saja.

Polri juga memberikan kontribusi sampai saat ini, dengan adanya Densus 88 untuk memerangi teroris atau organsiaasi yang idologinya berseberangan dengan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945.

Dari waktu ke waktu orang nomor satu di Kepolisian Republik Indonesia berganti wajah dan peran.

Listyo Sigit pria non muslim kelahiran Ambon, Maluku, 5 Mei 1969, mendapat kepercayaan Presiden Joko Widodo sebagai orang nomor satu di tubuh Polri. Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo dilantik pada awal 2021 menggantikan Jenderal Idham Azis yang memasuki masa pensiun.

Baca Juga :  Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius

Jenderal Listyo Sigit mengubah wajah polisi yang angker seram menjadi polisi yang humanis, polisi sahabat sejati.

Konsep ini rasanya sangat tepat untuk kembali membangun kepercayaan publik terhadap jajaran Polri bersama rakyat menyelesaikan keamanan dan ketertiban di Tanah Air.

Pimpinan tertinggi di tubuh Polri yang berusia 53 tahun itu sadar betul bahwa watak humanis kepolisian menjadi ujung tombak institusi ini agar kembali mendapat kepercayaan masyarakat.

Polri, dengan kata lain, membawa misi besar pengarusutamaan (mainstream) Hak Azasi Manusia dalam pelayanannya kepada masyarakat.

Di bawah kepemimpinan mantan Kapolres Solo dan Kabareskrim Polri ini, penegakan hukum dilakukan dengan tegas,  namun tetap humanis.

Polri juga memberi pesan bahwa penegakan hukum utamanya hadir untuk memberikan rasa keadilan, dan bukan penegakan hukum yang semata-mata dalam rangka kepastian hukum.

Bukan hanya itu, aspek penghormatan terhadap HAM tampak dalam  komitmen Listyo Sigit berada di garis depan dalam mengawal kebebasan sipil sebagai roh demokrasi.

Baca Juga :  Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Kapolri dalam banyak kesempatan selalu menekankan strategi pemolisian yang mengutamakan soft approach dan bukan terutama pagelaran kekuatan (show of force) yang cenderung menunjukkan watak garang dan sangar di hadapan masyarakat selama ini wajib diubah.

Polri paham bahwa era demokrasi yang membawa agenda besar HAM tidak lagi memperlakukan rakyat sebagai objek penegakan hukum tetapi subjek yang harus diutamakan pendekatan yang humanis.

Perubahan paradigma tugas dan peran kepolisian yang selama ini cenderung ‘menertibkan’  masyarakat menjadi ‘bersama masyarakat menciptakan ketertiban’.

Polri dengan terus berusaha agar mampu memenuhi harapan rakyat atau berorientasi pada kepentingan rakyat.

Jenderal yang beragama Nasrani ini dalam beberapa kesempatan selalu mengingatkan bahwa polisi hadir sebagai pelayan rakyat bukan dilayani rakyat.

Oleh karena itu Listyo Sigit selalu dalam berbagai kesempatan mengatakan bahwa watak arogan kepolisian tidak boleh lagi ada. Polisi yang cenderung mencari-cari kesalahan masyarakat dan mengutamakan kekerasan, tidak boleh lagi diberi tempat. Jika perlu harus mendapat tindakan tegas. Dirgahayu Polri ke-76.***

Ditulis oleh Marianus Gaharpung, warga Surabaya kelahiran Kabupaten Sikka

Berita Terkait

Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta
SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan
Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih
49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi
Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:31 WITA

Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:43 WITA

SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:36 WITA

Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:59 WITA

Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:26 WITA

49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:49 WITA

Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:27 WITA

Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:23 WITA

Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Berita Terbaru