5 Bulan Menara Lonceng, Rakyat “Kena Goreng”

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 2 Juli 2022 - 10:19 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 114 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi lokasi pembangunan menara lonceng di Gelora Samador da Cunha Maumere, Sabtu (2/7)

Kondisi lokasi pembangunan menara lonceng di Gelora Samador da Cunha Maumere, Sabtu (2/7)

Maumere-SuaraSikka.com: Pembangunan menara lonceng di Gelora Samador da Cunha Maumere, sama sekali tidak ada perkembangan. Padahal peletakkan batu pertama sudah lima bulan lalu. Sepertinya rakyat di Kabupaten Sikka “kena goreng” mentah-mentah.

Peletakkan batu pertama pembangunan menara lonceng dilakukan pada 2 Pebruari 2022 oleh Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo dan Uskup Maumere Edwaldus Martinus Sedu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peristiwa peletakkan batu pertama cukup menarik tatkala mengikuti sambutan Uskup Maumere dan Bupati Sikka pada waktu itu.

“Saya mengajak masyarakat, umat Keuskupan Maumere untuk mendukung pembangunan menara lonceng, agar tidak mangkrak,” ujar Uskup Maumere.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo langsung menjawab kekuatiran Uskup Maumere.

“Saya memastikan pembangunan menara lonceng tidak bakal mangkrak,” timpal dia.

Ternyata keraguan Uskup Maumere terbukti, setidaknya untuk 5 bulan ini. Praktis tidak ada kegiatan pembangunan sama sekali sejak peletakkan batu pertama.

PKB Minta Penjelasan
Baru-baru ini, melalui pemandangan umum atas Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2021, Fraksi PKB meminta Bupati Sikka menjelaskan sumber dana pembangunan menara lonceng, dan sejauh mana proses pembangunan.

Baca Juga :  Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta

Melalui dokumen tertulis keterangan pemerintah atas pemandangan umum fraksi, Wakil Bupati Sikka Romanus Woga menjelaskan dana pembangunan menara lonceng dapat bersumber dari pemerintah daerah, BUMN/BUMD, Lembaga/Badan Usaha yang berbadan hukum maupun masyarakat.

“Sampai dengan saat ini telah ditetapkan Peraturan Bupati Sikka tentang Penyelenggaraan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan yang bertujuan agar Badan Usaha/Lembaga dapat memberikan kontribusi dalam mendukung pembangunan daerah,” ujar Wabup Sikka Romanus Woga, Kamis (30/6).

Keterangan pemerintah sama sekali tidak menyinggung sejauh mana proses pembangunan menara lonceng sebagaimana pertanyaan Fraksi PKB.

Catatan media ini, Ketua Panitia Pembangunan Menara Lonceng Adrianus Firminus Parera dalam laporan pada kegiatan peletakkan batu pertama, menyebut biaya yang dibutuhkan adalah sebesar Rp 12 miliar.

Biaya pembangunan menara lonceng, urai Adrianus Firminus Parera, bersumber dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten Sikka, Program Corporate Social Responsibility, para donatur, dan masyarakat luas yang dapat menyumbang secara sukarela.

Baca Juga :  SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan

Wabup Sikka Prihatin
Wakil Bupati Sikka Romanus Woga menyikapi serius mandeknya pembangunan menara lonceng selama 5 bulan.

“Terus terang, saya prihatin, menara lonceng belum dibangun sama sekali,” ungkap dia di depan forum rapat paripurna DPRD Sikka, Kamis (30/6).

Dia mengatakan satu minggu setelah peletakkan batu pertama, dia mendapat telepon dari Sekda Sikka Adrianus Firminus Parera, yang menyampaikan akan ke Labuan Bajo untuk mempresentasi proposal pengajuan dana pembangunan menara lonceng.

“Saya bilang sama Sekda, seharusnya urus dulu proposal, baru peletakkan batu pertama,” cerita Wabup Sikka.

Pantauan media ini, Sabtu (2/7), tidak ada aktifitas pembangunan menara lonceng di Gelora Samador da Cunha. Bahkan material pun tidak ada.

Justeru yang terlihat, beberapa meter sebelah selatan rencana lokasi pembangunan menara lonceng, sedang ada pekerjaan lapangan pertandingan bola voli yang diinisiasi PBVSI Sikka.*** (eny)

Berita Terkait

Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta
SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan
Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih
49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi
Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:31 WITA

Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:43 WITA

SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:36 WITA

Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:59 WITA

Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:26 WITA

49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:49 WITA

Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:27 WITA

Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:23 WITA

Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Berita Terbaru