
Maumere-SuaraSikka.com: Pembangunan menara lonceng di Gelora Samador da Cunha Maumere, sama sekali tidak ada perkembangan. Padahal peletakkan batu pertama sudah lima bulan lalu. Sepertinya rakyat di Kabupaten Sikka “kena goreng” mentah-mentah.
Peletakkan batu pertama pembangunan menara lonceng dilakukan pada 2 Pebruari 2022 oleh Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo dan Uskup Maumere Edwaldus Martinus Sedu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Peristiwa peletakkan batu pertama cukup menarik tatkala mengikuti sambutan Uskup Maumere dan Bupati Sikka pada waktu itu.
“Saya mengajak masyarakat, umat Keuskupan Maumere untuk mendukung pembangunan menara lonceng, agar tidak mangkrak,” ujar Uskup Maumere.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo langsung menjawab kekuatiran Uskup Maumere.
“Saya memastikan pembangunan menara lonceng tidak bakal mangkrak,” timpal dia.
Ternyata keraguan Uskup Maumere terbukti, setidaknya untuk 5 bulan ini. Praktis tidak ada kegiatan pembangunan sama sekali sejak peletakkan batu pertama.
PKB Minta Penjelasan
Baru-baru ini, melalui pemandangan umum atas Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2021, Fraksi PKB meminta Bupati Sikka menjelaskan sumber dana pembangunan menara lonceng, dan sejauh mana proses pembangunan.
Melalui dokumen tertulis keterangan pemerintah atas pemandangan umum fraksi, Wakil Bupati Sikka Romanus Woga menjelaskan dana pembangunan menara lonceng dapat bersumber dari pemerintah daerah, BUMN/BUMD, Lembaga/Badan Usaha yang berbadan hukum maupun masyarakat.
“Sampai dengan saat ini telah ditetapkan Peraturan Bupati Sikka tentang Penyelenggaraan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan yang bertujuan agar Badan Usaha/Lembaga dapat memberikan kontribusi dalam mendukung pembangunan daerah,” ujar Wabup Sikka Romanus Woga, Kamis (30/6).
Keterangan pemerintah sama sekali tidak menyinggung sejauh mana proses pembangunan menara lonceng sebagaimana pertanyaan Fraksi PKB.
Catatan media ini, Ketua Panitia Pembangunan Menara Lonceng Adrianus Firminus Parera dalam laporan pada kegiatan peletakkan batu pertama, menyebut biaya yang dibutuhkan adalah sebesar Rp 12 miliar.
Biaya pembangunan menara lonceng, urai Adrianus Firminus Parera, bersumber dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten Sikka, Program Corporate Social Responsibility, para donatur, dan masyarakat luas yang dapat menyumbang secara sukarela.
Wabup Sikka Prihatin
Wakil Bupati Sikka Romanus Woga menyikapi serius mandeknya pembangunan menara lonceng selama 5 bulan.
“Terus terang, saya prihatin, menara lonceng belum dibangun sama sekali,” ungkap dia di depan forum rapat paripurna DPRD Sikka, Kamis (30/6).
Dia mengatakan satu minggu setelah peletakkan batu pertama, dia mendapat telepon dari Sekda Sikka Adrianus Firminus Parera, yang menyampaikan akan ke Labuan Bajo untuk mempresentasi proposal pengajuan dana pembangunan menara lonceng.
“Saya bilang sama Sekda, seharusnya urus dulu proposal, baru peletakkan batu pertama,” cerita Wabup Sikka.
Pantauan media ini, Sabtu (2/7), tidak ada aktifitas pembangunan menara lonceng di Gelora Samador da Cunha. Bahkan material pun tidak ada.
Justeru yang terlihat, beberapa meter sebelah selatan rencana lokasi pembangunan menara lonceng, sedang ada pekerjaan lapangan pertandingan bola voli yang diinisiasi PBVSI Sikka.*** (eny)















