
Maumere-SuaraSikka.com: Sebuah kapal layar motor bernama Takdir Ilahi 02 dikabarkan tenggelam di Perairan Bonerate Kabupaten Kepulauan Selayar di Propinsi Sulawesi Selatan. Pengusaha dari Maumere merugi lebih dari Rp 1 miliar.
Informasi yang dihimpun media ini, Takdir Ilahi 02 menabrak karang di sebelah barat Pulau Bonerate. Lokasi itu biasa disebut juga Gugusan Karang Tertera. Peristiwa ini terjadi pada Kamis (7/7) sekitar pukul 00.30 Wita.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Setelah menabrak karang, Takdir Ilahi 02 mengalami kebocoran. Kapal kayu ini kemudian pelan-pelan tenggelam. Sebanyak 16 anak buah kapal bersama puluhan penumpang langsung menceburkan diri ke tengah laut.
Beruntung kecelakaan laut ini terjadi tidak di tengah laut lepas. Seluruh awak kapal dan penumpang berhasil diselamatkan Pemerintah Kecamatan Pasiamarannu.
Semua mereka kemudian dievakuasi ke Pulau Bonerate dengan menggunakan dua perahu rakyat.

Muat Hasil Bumi
Menurut keterangan nahkoda KLM Takdir Ilahi 02, kapal ini mengangkut hasil bumi dari berbagai daerah, yang rencananya akan dibawa ke Pulau Rajuni Kabupaten Kepulauan Selayar.
Hasil bumi tersebut antara lain berasal dari Maumere Kabupaten Sikka.
Alex Ruslie, seorang pengusaha dari Geliting Kecamatan Kewapante Kabupaten Sikka mengaku mengalami kerugian Rp 1,1 miliar.
Dia mengaku 6 truk miliknya ikut dalam kapal tersebut dengan membawa hasil bumi dari Maumere.
“Saya punya ada 6 truk, di mana 4 truk muat coklat 400 karung atau 32 ton, dan 2 truk muat asam 300 karung atau 15 ton. Saya hitung, kerugian sekitar Rp 1,1 miliar,” urai Alex Ruslie.
Selain Alex Ruslie, ada juga beberapa pengusaha lain dari Kabupaten Sikka yang menggunakan jasa pelayaran KLM Takdir Ilahi 02.
Dia mengatakan kapal-kapal sejenis ini biasanya datang dari Sulawesi Selatan dengan membawa beras. Pengusaha Maumere kemudian menggunakan jasa pelayaran untuk mengangkut hasil bumi ke Sulawesi Selatan.
Tanpa Asuransi
Menurut Alex Ruslie, kapal kayu ini milik perorangan, dan tidak menanggung asuransi kecelakaan.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban, kata dia, perusahaan akan berupaya menarik kendaraan yang tenggelam bersama KLM Takdir Ilahi 02.
“Rencananya pemilik kapal akan turunkan tim selam. Kabar pastinya nanti disampaikan besok,” jelas dia.
Alex Ruslie menaruh harapan besar agar kendaraan dan hasil buminya bisa diselamatkan.
Coklat, misalnya, kalau bisa diselamatkan, masih punya harga jual, meskipun nilai jual di pasaran pasti sudah lebih rendah. Setidaknya, lanjut dia, kondisi ini bisa membuat dia tidak terlalu banyak merugi.*** (eny)















