
Maumere-SuaraSikka.com: Forum Kota (Forkot) Maumere, Senin (11/7), menyegel Kantor Bupati Sikka yang terletak di Jalan Eltari Kelurahan Kota Uneng.
Mereka menempel sebuah poster pada bagian kaca pintu masuk Kantor Bupati Sikka. Poster dari kertas manila tersebut bertuliskan Forkot Segel Kantor Bupati.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Aksi penyegelan hanya terjadi beberapa menit saja. Anggota Satpol PP yang mengetahui hal ini kemudian meminta Forkot mencabut kembali poster. Namun karena Forkot tidak merespons, poster segel akhirnya dicabut SatPol PP.
Penyegelan Kantor Bupati Sikka dilakukan setelah Forkot bertemu Sekda Sikka Adrianus Firminus Parera. Ini adalah pertemuan kedua Forkot Maumere dengan Sekda Sikka, setelah sebelumnya mereka sempat bertemu saat aksi pertama pada Kamis (7/7).
Pada pertemuan pertama, Forkot Maumere gagal bertemu Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo. Saat itu Sekda Sikka menjadwalkan Forkot Maumere bertemu Bupati Sikka pada Senin (11/7).
“Janjinya kan hari ini kami bertemu Bupati. Ternyata Bupati tidak ada. Kami kecewa sekali,” jelas Koordinator Forkot Maumere Emilianus Yulfrid Naga.
Mantan Ketua GMNI Sikka ini mengatakan Forkot Maumere menyesalkan sikap Sekda Sikka yang tidak menepati janji saat audiens bersama di ruang kerja Sekda Sikka pada Kamis pekan lalu.
Emilianus Yulfrid Naga bersama anggota Forkot Maumere ingin menanyakan kelanjutan rencana pembangunan menara lonceng di Gelora Samador da Cunha Maumere. Pasalnya sudah 5 bulan ini tidak ada aktifitas pembangunan sejak seremoni peletakkan batu pertama pada 2 Pebruari 2022 lalu.
Forkot Maumere berpendapat pembangunan menara lonceng hanyalah sebuah pencitraan semata.
Organisasi ini juga meminta Bupati Sikka membubarkan Panitia Pembangunan Menara Lonceng yang diketuai Sekda Sikka. Forkot Maumere beralasan panitia tersebut cacat prosedural.*** (eny)















