Penelitian Etno-Astronomi di Sikka, Sasar 3 Suku

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 11 Agustus 2022 - 11:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 87 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adi Jufriansyah di sela-sela Workshop Peringatan Hari Masyarakat Adat Sedunia dan Pengamatan Langit Malam, Selasa (9/8) di MIS Muhammadiyah Wuring

Adi Jufriansyah di sela-sela Workshop Peringatan Hari Masyarakat Adat Sedunia dan Pengamatan Langit Malam, Selasa (9/8) di MIS Muhammadiyah Wuring

Maumere-SuaraSikka.com: Sebuah penelitian etno-astronomi di Kabupaten Sikka, kini sedang digiatkan. Sasaran penelitian pada 3 suku yakni Tidung Bajo, Sikka Krowe, dan Lio.

Penelitian etno-astronomi dilakukan Adi Jufriansah, seorang dosen pada IKIP Muhammadiyah Maumere.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini kaitannya dengan astronomi kebudayaan. Kami ambil 3 suku yang letak geografis berada di pesisir pantai,” demikian penjelasan Adi Jufriansyah selaku Kepala Pusat Studi Astronomi (PUDIASTRO) IKIP Muhammadiyah Maumere, Selasa (9/8) malam.

Penelitian etno-astronomi, jelas dia, lebih cenderung kepada kearifan lokal yang terdapat pada 3 suku tersebut. Kearifan lokal terkait astronomi memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan pada era sains modern.

Dia mengatakan ilmu astronomi memiliki relasi yang kuat dengan budaya masyarakat. Dulu, kata dia, masyarakat telah memiliki wawasan tentang benda-benda angkasa, yang kemudian diaplikasikan dalam kehidupan.

Bahkan, lanjut dia, banyak sekali cerita rakyat atau kearifan lokal yang berangkat dari ilmu astronomi.

“Di ilmu astronomi, kalau ada 1 bintang yang mendekati bulan, itu disebut konjungsi. Nah, fakta ini, oleh masyarakat dipercayai akan ada peristiwa kawin lari pada malam itu,” ujar dia.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih
Adi Jufriansyah bagi-bagi ilmu astronomi kepada para pelajar

Dalam kaitan dengan etno-astronomi, kata Adi Jufriansyah, penelitian yang dilakukan antara lain untuk mempertahankan dan melestarikan cerita-cerita rakyat yang hadir di bumi ini jauh sebelum berkembangnya ilmu astronomi.

Hasil penelitian, ujar dia, akan dibuat dalam berbagai bentuk, seperti video dokumenter dan penerbitan buku.

Menurut rencana penelitian etno-astronomi pada 3 suku di Kabupaten Sikka akan selesai pada Nopember 2022 ini.

Untuk memperlancar penelitian, Adi Jufriansyah melibatkan sejumlah lembaga seperti Pusat Studi Astronomi IKIP Muhammadiyah Maumere, Pendidikan Fisika IKIP Muhammadiyah Maumere, Pusat Studi Astronomi Universitas Ahmad Dahlan Yogjakarta, BMKG Sikka, dan Komunitas Langit Sikka.

Dia sangat berharap penelitian yangbakan dilakukannya mendapat dukungan penuh dari para sesepuh adat Tidung Bajo, Sikka Krowe, dan Lio, yang kelak menjadi narasumber utama.

Baca Juga :  SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan
Adi Jufriansyah memperkenalkan alat peraga pengamatan langit malam

Workshop
Ilmu astronomi, termasuk etno-astronomi, bisa jadi merupakan sesuatu yang belum familiar di kalangan masyarakat Kabupaten Sikka.

Untuk itulah, di tengah kesibukan melakukan penelitian, Adi Jufriansyah menggelar workshop yang berlangsung di MIS Muhammdiyah Wuring di Kelurahan Wolomarang Kecanatan Alok Barat, Selasa (9/8).

Workshop ini mengangkat tema Masyarakat Adat Sedunia dan Pengamatan Langit Malam. Hadir antara lain Wakil Rektor 1 IKIP Muhammadiyah Maumere Mohammad Fitri dan sejumlah pendidik di kampus itu.

Workshop ini juga menghadirkan Yudhiakto Pramudya, seorang dosen Pendidikan Fisika dan Kepala Pusat Studi Astronomi (PASTRON) Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.

Sejumlah mahasiswa IKIP Muhammdiyah Maumere, puluhan pelajar dan masyarakat Wuring terlibat serius pada workshop. Apalagi ketika sesi dokumenter tentang potret nelayan yang menjadikan bulan sebagai navigator.

Workshop ini antara lain untuk mengenalkan ilmu astronomi kepada guru dan siswa, termasuk mengenalkan alat peraga pengamatan langit malam.*** (eny)

Berita Terkait

SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan
Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih
49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi
Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere
Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:32 WITA

BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:58 WITA

6 Janji Jenderal Suyudi Awali Langkah Jadi Kapolri

Kamis, 17 September 2026 - 22:07 WITA

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Jumat, 11 September 2026 - 08:50 WITA

Ciri-ciri Pelaku Penembakan di Papua Sudah Diketahui, Polisi Sita Selongsong Peluru

Kamis, 10 September 2026 - 15:06 WITA

KKB Pimpinan Egianus  Kagoya Tembak Mati 3 WNI, 1 Korban Asal Sikka

Senin, 7 September 2026 - 19:54 WITA

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:35 WITA

Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:33 WITA

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Berita Terbaru