
Lewoleba-SuaraSikka.com: Liga 3 ETMC XXXI Tahun 2022 di Kabupaten Lembata sepertinya melahirkan soal baru. Persena Nagekeo melakukan protes. Pasalnya, diduga beberapa pemain Persada SBD terlibat cacat administrasi.
Persada SBD dan Persena Nagekeo bergabung dalam Grup F. Dua tim ini telah saling berhadapan pada Minggu (11/9). SBD menang tipis 1-0.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Protes Nagekeo melalui surat resmi ditujukan kepada Panitia Pelaksana Liga 3 ETMC XXXI. Media ini mendapat kabar, protes dilayangkan usai Nagekeo kalah dari SBD.
Beberapa Ofisial Persena Nagekeo membenarkan pihaknya telah melakukan protes. Namun mereka tidak mau memberikan keterangan yang lebih rinci dan detail.
Menjawab protes tersebut, Panitia Pelaksana telah berkoordinasi dengan Asprop PSSI NTT selaku penyelenggara turnamen.
Sebagaimana pantauan media ini, Selasa (13/9) siang, Panitia Pelaksana bersama Asprop NTT telah mengundang manajemen Nagekeo dan SBD untuk menyikapi protes dimaksud.
Pertemuan para pihak berlangsung di Lantai 2 GOR 99 Lewoleba. Tampak terlihat Ketua Panitia Pelaksana Irenius Suciadi, Wakil Sekretaris Asprop PSSI NTT Pieter Fomeni, serta Ofisial Nagekeo dan SBD. Tampak juga Seksi Keabsahan.
Terlihat juga beberapa pemain yang diduga cacat administrasi sebagaimana protes Nagekeo.
Pertemuan para pihak berlangsung tidak terlalu lama karena alasan teknis. Meski demikian belum ada keputusan atas protes Nagekeo.
Dari hasil penelusuran media ini, kuat dugaan terdapat perbedaan identitas sejumlah pemain SBD. Perbedaan identitas itu berdampak kepada usia junior dan senior yang menjadi regulasi penting pada Liga 3 ETMC.
Dugaan ini bisa saja benar. Padalnya Asprop PSSI NTT dalam peetemuan siang tadi sempat melakukan Hal cross check kembali dokumen sejumlah pemain SBD yang diduga cacat administrasi.
Pieter Fomeni yang dihubungi media ini memastikan ada pengaduan tertulis dari Persena Nagekeo.
Dia menambahkan bahwa yang dilakukan Asprop PSSI NTT dan Panitia Pelaksana yakni verifikasi administrasi pemain. Sementara dengan munculnya pengaduan Nagekeo, sudah masuk dalam mekanisme verifikasi faktual.
Karena itu, kata dia, pihaknya memberikan ruang kepada Nagekeo untuk menunjukkan bukti-bukti pendukung.
Sambil menunggu bukti-bukti pendukung, protes Nagekeo tidak berdampak pada pertandingan. Pieter Fomeni mengatakan pertandingan tetap dilanjutkan sesuai jadwal.
“Jika nanti protes terbukti, kami akan mengambil sikap sesuai regulasi,” alasan dia.
Turnamen Liga 3 ETMC XXXI sudah memasuki hari kelima. Dua tim sudah memastikan tiket 16 besar.
Persada SBD dan Persena Nagekeo diprediksi salah satunya akan lolos otomatis mendampingi PSN Ngada ke putaran berikut.*** (eny)















