
Maumere-SuaraSikka.com: Penumpukan lemak di dalam sel hati bisa memicu bahaya. Secara umum, sel hati yang normal sudah mengandung lemak, namun kandungan lemaknya sedikit. Ketika akumulasi lemak di hati mencapai lebih dari 10% berat hati, inilah yang dikenal sebagai fatty liver.
Seperti yang dialami salah satu peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) Setyo Apriliani, 33 tahun, yang baru-baru ini didiagnosa mengidap penyakit tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebelumnya, warga Maumere Kabupaten Sikka ini mengaku merasakan sakit dan berobat ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempat dia terdaftar. Atas saran dokter, Setyo diminta untuk berobat ke RSUD TC Hillers.
“Proses administrasi dan pemeriksaan sangat mudah, cukup membawa surat rujukan dari FKTP, Kartu JKN-KIS, dan nomor antrian ke poli yang dituju,” ujar dia akhir Mei lalu.
Sambil menjalani pengobatan, Setyo diminta untuk hidup sehat, menjaga makanan dan diminta diet. Dia pun secara rutin melakukan kontrol ke rumah sakit dan minum obat secara berkala.
Menurutnya, menjadi peserta JKN-KIS sangat bermanfaat. Dia bisa mengakses pelayanan kesehatan dengan maksimal selama mengikuti alur pelayanan sesuai ketentuan.
Setyo mendapat status kepesertaan karena suaminya terdaftar dari segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) TNI/Polri. Suaminya yang seorang anggota polisi mendapatkan kepesertaan JKN-KIS beserta istri dan ketiga orang anaknya.
Setyo merasa beruntung menjadi peserta JKN KIS, karena dia tidak mengeluarkan banyak biaya untuk berobat.
“Sempat mau berobat dengan biaya sendiri tapi kalau ada kartu JKN-KIS buat apa bayar. Jadi saya memilih menggunakan kartu JKN-KIS untuk berobat, saya rasa sama saja dengan pasien umum. Yang penting mau sabar, insyaallah dilayani dengan baik. Alhamdulillah, ada Program JKN-KIS,” ungkap dia.
Pengalaman anaknya yang kedua juga pernah masuk rumah sakit karena demam berdarah dan dirawat selama satu minggu. Sang anak dilayani dengan sangat baik di rumah sakit.
Untuk itu Setyo pun memberi apresiasi terhadap Program JKN-KIS yang sudah hadir di tengah masyarakat. Tidak lupa dia mengajak masyarakat yang belum terdaftar untuk ikut program ini.
“Saya bersyukur menjadi peserta JKN-KIS, dan selalu mengajak orang disekitar saya untuk turut serta. Karena tidak ada salahnya kita ikut program ini,” ujar dia.
Dia menambahkan iuran yang dibayar setiap bulan, tidak saja membantu diri sendiri, tapi juga untuk membantu peserta yang membutuhkan.*** (eny)















