
Timnas Kamerun mencoba menata kembali nasibnya pada pentas Piala Dunia 2022.
Dari enam penampilan di pentas tertinggi empat tahunan, Kamerun hanya mampu bertahan sampai perempatfinal, yaitu pada Piala Dunia 1990.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tiga edisi selanjutnya yakni 1994, 1998, dan 2002, mereka tersisih pada fase grup. Setelah absen pada Piala Dunia 2006, Kamerun kembali ke Piala Dunia 2010 dan 2014. Pada dua edisi ini Kamerun juga terpuruk di fase grup.
Empat tahun lalu di Rusia, Kamerun tidak ambil bagian di Piala Dunia 2018.
Kini, tim yang ditukangi sang legenda, Rigobert Song, Indomitable Lions tentunya ingin mengubah nasib. Dengan kata lain, Vincent Aboubakar dan kawan-kawan tidak ingin lagi mentok di fase grup.
“Kami akan mencoba melangkah lebih jauh. Saya optimistis, karena pemain Kamerun punya tekad yang sangat kuat,” kata Song.
Kamerun akan mengawali laga di Grup G kontra Swiss pada 24 Nopember di Al Wakrah Stadium.
Empat hari berselang, tepatnya pada 28 Nopember, Kamerun menantang Serbia di Al Wakrah Stadium. Lalu, pada 3 Desember, giliran tim kuat Brasil yang akan mereka hadapi di Lusail Iconic Stadium.

Pemain Bintang: Vincent Aboubakar
Kamerun sebenarnya memiliki sederet amunisi nan mumpuni.
Sebut saja misalnya Karl Toko Ekambi (Lyon), Eric Maxim Choupo-Moting (Bayern Munich), Andre-Frank Zambo Anguissa (Napoli), Ignatius Ganago (Lens), serta Georges-Kévin Nkoudou (Besiktas).
Namun, tidak berlebihan kiranya bila Aboubakar layak disebut sebagai pemain bintang.
Soalnya, striker berusia 30 tahun kepunyaan Al Nassr ini punya catatan mengilap pada Piala Afrika 2022.
Torehan enam gol dalam lima laga membuat eks tukang gedor Besiktas itu menyegel puncak top skorer. Dia melewati koleksi legenda Kamerun, Samuel Eto’o, dengan raihan lima gol.
Ketajamannya di jantung pertahanan lawan sangat menentukan nasib Kamerun di Piala Dunia 2022.

Profil Pelatih: Rigobert Song
Kamerun saat ini berada di tangan yang tepat. Ya! Rigobert Song tidak hanya kaya pengalaman saat jadi pemain, namun juga banyak makan asam garam di dunia kepelatihan.
Sebelum naik pangkat ke tim senior pada 2022, juru taktik nyentrik yang juga legenda Kamerun ini terlebih dulu dipercaya menukangi Timnas Kamerun U-23 selama empat tahun, dari 2018 hingga 2022.
Song yang juga pernah memperkuat Liverpool, West Ham United, Lens, dan Galatasaray, merupakan sosok pelatih yang dekat dengan pemain. Dia punya kharisma.
Sejauh ini, belum ada sebiji gelar pun yang diberikan Song kepada Kamerun. Namun, rakyat Kamerun optimistis mental pemenang Song saat jadi pemain timnas (1993–2010) bisa menular.
Ketika masih aktif sebagai pemain, Song mempersembahkan dua trofi Piala Afrika. Dia juga bagian dari skuad inti Kamerun pada Piala Dunia 1994, 1998, 2002, dan 2010.
Road to Qatar
Kamerun harus kerja ekstra keras demi mengantongi satu tiket ke putaran final Piala Dunia 2022.
Indomitable Lions menyingkirkan Aljazair di playoff babak ketiga kualifikasi Zona Afrika.*** (*/eny)
Jadwal Pwrtandingan Kamerun
Kamerun vs Swiss (24 Nopember 2022)
Kamerun vs Serbia (28 Nopember 2022)
Kamerun vs Brasil (3.Desember 2022)















