




Maumere-SuaraSikka.com: Kasus rabies di Kabupaten Sikka terus mengancam warga masyarakat. Sepanjang tahun 2022, terdapat 33 gigitan, dengan 6 kasus dinyatakan positip.
Data menunjukkan, dalam 1 tahun ini, hingga 14 Desember, rabies menyerang 13 kecamatan, yakni Nita, Koting, Lela, Nele, Alok Timur, Kangae, Kewapante, Alok Barat, Alok, Waigete, Doreng, Talibura, dan Bola, tersebar pada 22 desa dan 6 kelurahan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Warga pada sejumlah desa dan kelurahan mengalami lebih dari 1 kali gigitan, seperti Desa Koting A, Nangahale, Habi, dan Kelurahan Kota Uneng.
Jumlah kasus gigitan paling tinggi yakni 6 kasus, terjadi pada bulan Pebruari. Menyusul 5 kasus gigitan pada bulan Nopember. Paling rendah, 1 kasus gigitan psda bulan April. Sementara bulan lainnya berkisar 2 hingga 4 kasus gigitan, kecuali bulan Desember yang belum ada datanya.
Uniknya, dari 33 kasus gigitan, hanya 2 ekor anjing saja yang dalam status sudah diberi vaksinasi, yakni di Desa Habi dan Sikka. Selebihnya, 31 anjing belum divaksinasi.
Persoalan mendasar pemberantasan rabies di Sikka yakni tidak tersedianya vaksin bagi hewan penular rabies. Masalahnya karena tidak ada alokasi dana pengadaan vaksin.
Dinas Pertanian setempat telah berupaya bersurat kepada Dinas Peternakan NTT untuk bisa mendapatkan bantuan vaksin dari Kementerian, namun hingga sekarang belum terealisasi.*** (eny)
















