ASF Muncul Lagi di NTT, 253 Ekor Babi Mati

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 26 Januari 2023 - 14:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 36 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Propinsi NTT drh Melky Angsar

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Propinsi NTT drh Melky Angsar

Maumere-SuaraSikka.com: Virus African Swine Fever (ASF) kini muncul lagi di Propinsi NTT. Hingga hari ini, Kamis (26/1), setidaknya sudah 253 ekor babi yang mati akibat virus ini.

Informasi ini disampaikan Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Propinsi NTT drh Melky Angsar saat Workshop di Hotel Sylvia Maumere, Kamis (26/1).

Workshop mengusung tema Kampanye Kesadaran ASF dan Pencegahan Penyakit Hewan Menular Lainnya dalam Rangka Mendukung Pemulihan Sektor Babi di Propinsi NTT.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dokter Hewan Melky Angsar memastikan ASF menyerang NTT sejak 21 Desember 2022 lalu. Menurut dia, virus ini sudah menyerang 7 kabupaten/kota di NTT.

Data menunjukkan kematian babi paling tinggi terjadi Kabupaten Kupang yakni sebanyak 75 ekor. Menyusul Sikka 42 ekor, Ende 41 ekor, Kota Kupang 39 ekor, Flotim 33 ekor, Sumba Barat Daya 22 ekor, dan Sumba Barat 1 ekor.

Baca Juga :  Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi

“Ini data yang dilaporkan resmi. Bisa saja ada yang tidak atau belum dilaporkan,” ujar Melky Angsar.

Dia menambahkan dibandingkan dengan tahun 2020, jumlah kematian babi kali ini belum sebanding. Tiga tahun lalu, kata dia, jumlahnya lebih besar lagi, dan menyerang pada semua kabupaten/kota.

Meskipun kasus kematian babi terbilang masih kecil, Melky Angsar menegaskan pemerintah dan stakehokder terkait harus cepat tanggap mengantisipasi.

“Harus cepat, supaya tidak meluas,” ujar dia.

Sebagai antisipasi awal, kata dia, Penjabat Sekda NTT Johanna Lisapaly telah mengeluarkan surat imbauan kepada masyarakat yang disampaikan melalui Bupati dan Walikota.

Saat ini, kata Melky Angsar, tidak boleh ada pergerakan babi masuk dan keluar dari dan ke Propinsi NTT. Kalaupun ada pergerakan, mesti dilakukan pengawasan ketat melalui pemeriksaan laboratorium.

Baca Juga :  49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Dia menambahkan pemerintah juga menyediakan gratis 39.250 liter disinfektan. Sarana ini akan didistribusikan melalui Dinas Peternakan pada kabupaten/kota.

Sebagai informasi terbaru, Melky Angsar menyampaikan NTT akan mendapat bantuan 300 dosis serum konvalesen.

“Serum ini bertujuan untuk memberi antibodi bagi ternak babi untuk dapat melawan virus ASF yang menyerang ternak tersebut. Minggu depan kita sudah terima,” ujar dia.

Workshop ini merupakan kolaborasi kemitraan Dinas Peternakan NTT bersama Australia-Indonesia Partnership for Promoting Rural Income through Support for Markets in Ageiculture (Prisma) dan Australia Indonesia Health Security Partnership (AIHSP).

Kegiatan selama 2 hari ini meliputi workshop dan ToT (Training of Trainnners) dengan melibatkan berbagai stakeholder dari Kabupaten Lembata, Flores Timur, Ende, Nagekeo, dan Sikka.*** (eny)

Berita Terkait

SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan
Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih
49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi
Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere
Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:32 WITA

BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:58 WITA

6 Janji Jenderal Suyudi Awali Langkah Jadi Kapolri

Kamis, 17 September 2026 - 22:07 WITA

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Jumat, 11 September 2026 - 08:50 WITA

Ciri-ciri Pelaku Penembakan di Papua Sudah Diketahui, Polisi Sita Selongsong Peluru

Kamis, 10 September 2026 - 15:06 WITA

KKB Pimpinan Egianus  Kagoya Tembak Mati 3 WNI, 1 Korban Asal Sikka

Senin, 7 September 2026 - 19:54 WITA

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:35 WITA

Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:33 WITA

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Berita Terbaru