Maumere-SuaraSikka.com: Pendiri Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie rupanya tertarik dengan tenun adat Kabupatan Sikka.
Tiba di Maumere, ibukota Kabupaten Sikka, Kamis (16/3), Grace Natalie langsung berkunjung ke galeri busana adat milik AkuSikka di Jalan Ahmad Yani.
Mantan pembawa acara berita dan jurnalis ini melihat-lihat tenun adat Sikka yang dipajang Sherly Irawati dan kawan-kawan dari AkuSikka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia menyeleksi sekian produk yang ada di galeri. Perempuan 40 tahun ini fokus pada beragam tenun adat berupa baju sarung.
“Gimana caranya ko bisa dapat warna pink begini ya?” tanya Grace Natalie heran kepada Sherly Irawati, sambil memegang salah satu produk baju adat.
Sherly Irawati lalu menjelaskan seadanya terkait proses pembuatan tenun adat Sikka.
“Nanti kami akan demo dari proses awal hingga menjadi produk seperti ini,” jawab Sherly Irawati.
Grace Natalie sepertinya tertarik dengan produk baju adat yang terdapat warna pink. Dia lantas membeli baju adat tersebut yang dilabeli harga Rp 1 juta.
Bagi dia, harga Rp 1 juta untuk baju adat yang dibelinya, masih terbilang wajar dan layak. Apalagi karena proses pembuatan baju adat secara manual, tidak bisa dibandingkan dengan produksi mesin cetak.
“Senang dengan yang ini. Warnanya cerah,” alasan Grace Natalie menjawab SuaraSikka.com.
Grace Natalie mengaku senang dengan produk tenun adat yang dipajang AkuSikka. Alasan dia, karena produknya alamiah.
“Ini produknya sangat sustainable, semuanya alamiah,” ujar perempuan kelahiran Jakarta 4 Juli 1982 itu.
Menurut Alumnus Maastricht School of Management Belanda ini, saat ini yang lagi booming dan trend adalah circular economy atau suistainability.
“Di luar negeri pun sekarang ini orang mencari bahan-bahan yang ramah lingkungan,” ujar Wakil Ketua Pembina DPP PSI.

Setelah berbelanja di galeri, Grace Natalie kemudian mengikuti demonstrasi proses pembuatan baju adat, persis di depan Toko Jaya Baru.
Grace Natalie berada di Maumere dalam rangka melaksanakan Safari Toleransi Flores. Dia bersama rombongan bergerak melalui transportasi darat dari Larantuka Kabupaten Flotim yang terletak di ujung timur Pulau Flores.
Di Maumere, Grace Natalie dijadwalkan bertemu Uskup Maumere dan sejumlah tokoh agama, dan bertatap muka bersama pengurus dan jajaran PSI Sikka.
Selanjutnya Grace Natalie malam ini juga langsung menuju Kabupaten Ende, dan seterusnya akan melakukan safari hingga ke Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat.*** (eny)















