Maumere-SuaraSikka.com: Pembukaan jalan baru Kisa-Magepanda di Kabupaten Sikka, menyisakan persoalan besar. Fraksi-Fraksi di DPRD pun melancarkan kritik tajam.
Sekretaris Fraksi PAN Filario Charles Betrandi menyebut pekerjaan Pembukaan Jalan Baru Kisa-Magepanda menunjukkan fakta yang jelas di lapangan bahwa kondisi jalan tersebut masih jauh dari harapan masyarakat Magepanda dan Mego.
Sesuai pengamatan Fraksi PAN, kondisi jalan begitu miris karena hanya meninggalkan banyak lubang besar sepanjang ruas jalan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jelas pembukaan jalan ini sama sekali tidak berdampak pada peningkatan ekonomi. Karena dengan kondisi yang ada malah mmpersulit mobilitas barang dan jasa pada ruas jalan ini,” ujar Filario Charles Betrandi.
Fraksi PAN berpandangan perencanaan pembukaan ruas jalan ini tidak matang.
Sejatinya, menurut Filario Charles Betrandi, yang penting dan sungguh mendesak untuk ditangani adalah ruas jalan utama Lekebai-Wololangga.
Hemat Fraksi PAN, Lekebai-Wololangga menjadi ruas jalan utama untuk mobilitas manusia, barang dan jasa bagi Desa Gera, Desa Bhera dan Desa Liakutu di Kecamatan Mego.
“Bagi kami, pembukaan jalan baru Kisa-Magepanda patut diduga menyimpan sebuah maksud tersembunyi yang harus ditelusuri secara lebih mendalam,” ungkap Filario Charles Bertrandi.
Sementara itu Sekretaris Fraksi PKB Petrus Woda mengatakan berdasarkan hasil monitoring, ditemukan bahwa pembangunan jalan Kisa-Magepanda “agak aneh”.
“Dalam laporan yang kami terima, pekerjaan ruas jalan ini telah mencapai 92,15 persen. Namun dalam hasil pantauan Fraksi, jalan yang dibangun bukan selayaknya jalan baru melainkan seperti kali kecil yang tentunya tidak bisa dilewati kendaraan bermotor, kecuali pejalan kaki,” ungkap Petrus Woda.
Fraksi PKB menegaskan pembukaan ruas.jalan ini tidak ada sama sekali azas bagi masyarakat.
“Oleh karena itu, Fraksi meminta untuk segera menuntaskan pekerjaan tersebut sebelum kami akan melaporkan hal ini ke penegak hukum,” ancam Fraksi PKB.
Pada tempat yang sama, Fraksi Partai Nasdem mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan Pemkab Sikka untuk pemulihan ekonomi daerah dengan melakukan pinjaman daerah yang begitu besar nilainya.
Hanya saja, ujar Sekretaris Fraksi Partai Nasdem Yosef Nong Somi, sangat disayangkan, karena terkadang proyek yang dilaksanakan tidak berdampak pada azas manfaat.
“Seperti pembangunan jalan Kisa-Magepanda yang menelan dana cukup besar sekitar Rp 7 miliar lebih, tetapi setelah dikerjakan sampai saat ini tidak bisa dimanfaatkan,” ujar Yosef Nong Soni.
Yosef Nong Soni mengritik pemerintah karena seharusnya berpikir lebih matang untuk merencanakan peningkatan jalan-jalan yang sudah ada.
Dia menyebut seperti ruas jalan Lekebai-Wololangga, ruas jalan Simpang Kaliwajo-Wololangga, ruas jalan Welafae-Sukoria, ruas jalan Liafua-Nabe, dan ruas jalan Sukoria-Detuleda.
Alasan Fraksi Partai Nasdem, karena ruas-ruas jalan tersebut hingga kini kondisinya sangat memprihatinkan, sehingga masyarakat sangat sulit untuk melakukan aktifitas, apalagi pada musim hujan.

Sudah Diperbaiki
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Sikka Silvester Iku menjelaskan realisasi fisik pembukaan jalan Kisa-Magepanda seharusnya 97 persen.
Tapi sesuai tagihan, fisiknya baru mencapai 93 persen, karena sementara ini ada pekerjaan pemasangan aramco. Pekerjaan aspal 1 kilometer sudah dikerjakan, namun BPK meminta penambaham ketebalan menjadi 1,5 centimeter.
Silvester Iku menambahkan apa yang disuarakan fraksi-fraksi, sebenarnya sudah dikerjakan. Bahkan truk sudah bisa melintas.
“Hanya saja waktu hujan kemarin, jangankan roda dua, manusia saja tidak bisa lewat,” aku dia.
Data yang dihimpun media ini, ruas jalan Kisa-Magepanda dikerjakan oleh CV Flores Nusa Bunga, selama 180 hari dari 2 Maret 2022 hingga 28 Agustus 2022.
Proyek ini bersumber dari dana pinjaman daerah tahun anggaran 2022, dengan nilai kontrak Rp 6.091.349.000.*** (eny)















