


Maumere-SuaraSikka.com: Lagi 4 bulan Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo selesaikan jabatan, dia mengejutkan publik dengan janji kebijakan sekolah gratis.
Sekolah gratis ini akan menyasar kepada 8.000 rumah tangga di Kabupaten Sikka yang masuk dalam kelompok kemiskinan ekstrim.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Bupati Sikka, di daerah itu ada 40.000 rumah tangga miskin, dan yang benar-benar ekstrim ada 8.000.
Kebijakan ini di-launching persis pada peringatan Hari Pendidikan Nasional, Selasa (2/5) pagi. Bupati Sikka didampingi Kepala Dinas PKO Sikka Yosep Heriyanto Vandiron Sales menekan sirene sebagai simbol launching.
“Dalam upaya untuk meningkatkan kinerja pendidikan di Sikka, pemerintah hari ini akan launching sekolah gratis, kita bebaskan SPP dan lain lain untuk masyarakat kita yang masuk dalam kelompok kemiskinan ekstrim,” ungkap Bupati Sikka.
Bupati Sikka mengatakan untuk semua keluarga yang tidak mampu membiayai pendidikan, nanti dibiayai pemerintah dan lembaga-lembaga lainnya. Dia tidak menjelaskan maksud dari lembaga-lembaga lain yang terlibat pada kebijakan ini.
“SPP tidak perlu bayar, Pemda Sikka akan memberikan bantuan per anak Rp 1 juta per tahun, untuk kebutuhan seragam sekolah dan lain-lain,” ujar dia.
Sudah 90 Persen
Secara terpisah Sekda Sikka Adrianus Firminus Parera memastikan grand design kebijakan ini sudah mencapai 90 persen. Pemerintah tinggal melengkapi regulasi seperti Peraturan Bupati Sikka.
“Saya bisa pastikan minggu depan sudah final,” yakin dia.
Dia mengaku untuk kebijakan ini, pemerintah telah berkoordinasi dengan Gubernur NTT, dan juga berdiskusi dengan Kadis PKO Propinsi NTT.
“Dalam waktu dekat kami akan ke sana untuk diskusikan ini,” tambah dia.
Meski persiapan sudah mencapai 90 persen, Sekda Sikka mengaku belum tahu berapa banyak anak yang akan terakomodir di dalam kebijakan ini.
“Itu yang sementara kami harus lihat lagi, karena kami harus ambil data dari DTKS,” apasan dia.
Terkait anggaran, dia mengaku dialokasikan di APBD TA 2023. Saat ini alokasi anggaran masih terpecah-pecah pada beberapa program. Nantinya akan dipadukan menjadi 1 program.
Untuk anggaran, dia juga harus memastikan lagi DTKS. Setelah itu nanti akan dipastikan berapa miliar yang perlu dianggarkan pada tahun 2023 ini.*** (eny)




















