
Maumere-SuaraSikka.com: Ratusan guru penerima dana sertifikasi di Dinas PKO Kabupaten Sikka bakal menggelar aksi demonstrasi terkait dugaan penyunatam dana sertifikasi.
Informasi ini disampaikan oleh salah seorang guru penerima dana sertifikasi, ketika ditemui di Kantor Dinas PKO Sikka, Senin (12/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Di grup WA guru-guru, itu sudah diskusi sampai rencana demonstrasi,” ujar seorang guru perempuan yang meminta namanya tidak disebutkan.
Dia menjelaskan rencana demonstrasi masih sebatas wacana. Alasannya, kata dia, guru-guru masih menghormati niat baik pihak-pihak yang bertanggungjawab mengembalikan uang yang dipotong.
Dia mengatakan sebagaimana pesan WhatsApp yang diterima para guru bahwa kekurwngan pembayaran pada triwulan pertama, nanti dibayar pada triwulan kedua.
“Kami menunggu saja, karena janjinya dibayar di triwulan kedua. Kalau sampai tidak terbayar, guru-guru akan demo,” ujar dia.
Dana sertifikasi triwulan kedua yakni April hingga Juni. Biasanya, kata guru ini, uang baru masuk ke rekening masing-masing guru, sekitar bulan Juli, paling lambat Agustus.
Guru ini mengaku mengalami potongan dana sertifikasi sebesar Rp 750.000. Mestinya dia menerima Rp 10.585.305, tapi yang masuk ke rekening hanya Rp 9.835.305.
Secara terpisah, seorang guru yang lain juga mendesak Dinas PKO Sikka bertanggungjawab atas pemotongan dana sertifikasi triwulan pertama.
“Kami tidak mau tahu, segera kembalikan hak kami,” ujar guru ini yang mengaku haknya dipotong sebesar Rp 750.000.
Data yang dihimpun media ini, dugaan sunat dana sertifikasi triwulan pertama mencapai Rp 642.159.226. Kejaksaan Negeri Sikka dan Unit Tipikor Reskrim Sikka tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus ini.*** (eny)




















