Busyet! 49 Specimen Otak Anjing di Sikka Diperiksa BBVet, 36 Positip Rabies

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 9 Juli 2023 - 11:27 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 133 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sikka Yohanes Emil Satriawan

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sikka Yohanes Emil Satriawan

Maumere-SuaraSikka.com: Kabupaten Sikka sepertinya tidak berdaya menghadapi rabies. Meski sudah ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB), kasus rabies makin marak.

Bayangkan, sepanjang tahun 2023, Dinas Pertanian setempat mengirim 49 specimen otak anjing untuk diperiksa Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar Bali.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hasilnya, hingga Kamis (6/7), tercatat 36 specimen otak anjing positip rabies, atau setara 74,47 persen.

Kecamatan Kangae mencetak rekor paling tinggi dengan 12 kasus. Sudah 7 desa di Kangae yang dikepung rabies yaitu Langir, Habi, Tanaduen, Watuliwung, Mekendetung, Watumilok, dan Wairkoja.

Baca Juga :  Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius

Terdapat juga 3 specimen otak anjing dari Kangae yang sempat diperiksa di BBVet Denpasar Bali, namun hasilnya negatip yakni 2 dari Langir dan 1 dari Habi.

Menyusul setelah itu Kecamatan Alok Timur dengan 8 kasus positip, tersebar di Desa Lepolima serta Kelurahan Waioti, Wairotang, Kota Baru, dan Beru.

Dua specimen otak anjing dari Wairotang dan Beru sempat juga diperiksa, dengan hasil negatip.

Kecamatan Alok memberi kontribusi 4 kasus positip rabies, tercatat dari Kelurahan Kota Uneng dan Madawat.

Kecamatan Lela, Nele  dan Hewokloang menyumbang masing-masing 2 kasus. Sementara Kecamatan Nita, Mego, Waigete, Alok Barat, Kewapante, dan Talibura dengan masing-masing 1 kasus.

Baca Juga :  Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Data dari Dinas Pertanian Kabupaten Sikka menunjukkan sudah 12 kecamatan yang disasar rabies. Kabupaten Sikka sendiri terbagi atas 23 kecamatan. Itu artinya, jika pemerintah daerah setempat tetap tidak berdaya dan lengah, maka serangan rabies bisa terus mengancam warga masyarakat di daerah itu.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sikka Yohanes Emil Satriawan memastikan sejak akhir Juni lalu, stok vaksin sudah habis. Pihaknya sedang melakukan pengadaan 11.500 dosis, diperkirakan akan tiba Juli ini.*** (eny)

Berita Terkait

SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan
Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih
49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi
Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere
Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:32 WITA

BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:58 WITA

6 Janji Jenderal Suyudi Awali Langkah Jadi Kapolri

Kamis, 17 September 2026 - 22:07 WITA

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Jumat, 11 September 2026 - 08:50 WITA

Ciri-ciri Pelaku Penembakan di Papua Sudah Diketahui, Polisi Sita Selongsong Peluru

Kamis, 10 September 2026 - 15:06 WITA

KKB Pimpinan Egianus  Kagoya Tembak Mati 3 WNI, 1 Korban Asal Sikka

Senin, 7 September 2026 - 19:54 WITA

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:35 WITA

Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:33 WITA

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Berita Terbaru