Hanya 3 Minggu, Petugas Vaksin 21.779 HPR di Sikka

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 12 Agustus 2019 - 21:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 20 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Vaksinasi hewan penular rabies di Kabupaten Sikka beberapa waktu lalu

Vaksinasi hewan penular rabies di Kabupaten Sikka beberapa waktu lalu

Maumere-SuaraSikka.com: Kejadian luar biasa (KLB) rabies di Kabupaten Sikka memaksa petugas kesehatan hewan langsung turun ke 9 kecamatan rawan rabies. Dalam waktu 3 minggu mereka berhasil memberikan vaksin kepada 21.779 hewan penular rabies (HPR) yaitu anjing, kucing dan kera.
Sembilan kecamatan rawan rabies itu adalah Waigete, Kewapante, Alok Timur, Bola, Doreng, Kangae, Nita, Lela, dan Hewokloang. Vaksinasi darurat dan eliminasi selektif itu dilaksanakan sejak 18 Juli 2019 dan berakhir pada 5 Agustus 2019. HPR yang diberikan vaksin terdiri dari 19.804 ekor anjing, 1.836 ekor kucing, dan 139 ekor kera.
Kepala Bidang Keswan Dinas Pertanian Kabupaten Sikka Margaretha Siko menjelaskan populasi HPR pada 9 kecamatan itu sebanyak 25.831 ekor, terdiri dari 23.748 ekor anjing, 1.933 ekor kucing, dan 150 ekor kera.
“Kami sudah lakukan vaksin HPR di 9 kecamatan. Populasi sebanyak 25.831 ekor, dan yang berhasil divaksin 21.779 ekor, atau sudah mencapai 84,31 persen,” jelas dokter hewan itu.
Dia menambahkan masih terdapat 4.052 HPR yang belum divaksin, terdiri dari 3.944 ekor anjing, 97 ekor kucing, 11 ekor kera. HPR yang belum divaksin karena berbagai alasan seperti usia yang masih di bawah 2 minggu, pemilik HPR tidak berada di rumah, dan alasan lain karena HPR berkeliaran dan sudah ditangkap.
Kecamatan Nita tercacat sebagai populasi HPR terbanyak yakni 5.848 ekor, dan yang berhasil divaksin 4.940 ekor, atau setara 88,47 persen. Kecamatan ini tercatat memiliki populasi anjing yang terbanyak yakni 5.610 ekor. Petugas kesehatan hewan berhasil memvaksin 4.714 ekor atau setara 84,03 persen.
Setelah Nita, populasi HPR yang banyak juga terdapat di Kecamaan Kangae yakni 3.240 ekor, dan berhasil divaksin 2.608 ekor atau setara 80,49 persen. Populasi HPR di Kangae ini terbilang masih cukup besar, karena sebelumnya pada tahun lalu pihak kecamatan pernah melakukan vaksinasi di beberapa desa.
Dari data yang disampaikan Margaretha Siko, rata-rata realisasi vaksin di atas 80 persen. Kecamatan Doreng mencatat realisasi paling tinggi, yakni populasi 2.301 ekor, dan berhasil divaksin 2.070 ekor, atau setara 89,84 persen. Menyusul setelah itu Kecamatan Alok Timur di mana populasi 1.980 ekor, dan berhasil divaksin 1.751 ekor, atau setara 88,43 persen.
Data lain menunjukkan populasi kucing terbanyak di Kecamatan Hewokloang yakni 289 ekor, dan berhasil divaksin 267 ekor, atau 93,03 persen. Sedangkan populasi kera yang paling banyak di Kecamatan Waigete yaitu 29 ekor dan semuanya berhasil divaksin.
Kabupaten Sikka ditetapkan sebagai daerah KLB rabies menyusul terdapat dua warga yang meninggal akibat diserang virus rabies. Sampai dengan bulan Juli 2019 sudah terjadi 775 kasus gigitan, di mana Balai Besar Veteriner Denpasar memastikan 31 spesimen otak HPR positip rabies, didominasi oleh HPR jenis anjing.*** (eny)
Baca Juga :  Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih

Berita Terkait

SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan
Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih
49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi
Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere
Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:32 WITA

BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:58 WITA

6 Janji Jenderal Suyudi Awali Langkah Jadi Kapolri

Kamis, 17 September 2026 - 22:07 WITA

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Jumat, 11 September 2026 - 08:50 WITA

Ciri-ciri Pelaku Penembakan di Papua Sudah Diketahui, Polisi Sita Selongsong Peluru

Kamis, 10 September 2026 - 15:06 WITA

KKB Pimpinan Egianus  Kagoya Tembak Mati 3 WNI, 1 Korban Asal Sikka

Senin, 7 September 2026 - 19:54 WITA

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:35 WITA

Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:33 WITA

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Berita Terbaru