Korban kebakaran (ditutup dengan kain sarung) dibaringkan di teras rumah tetangga, Sabtu (8/2)
Maumere-SuaraSikka.com: Kobaran api mengelilingi Danielo yang berada di lantai dua rumah kediaman. Pelajar PAUD ini pun melambai-lambaikan tangan meminta bantuan orangtuanya. Namun akhirnya dia pun tewas terpanggang api.
Kisah tragis ini terjadi di Dusun Lisabheto Desa Wolowiro Kecamatan Paga Kabupaten Sikka, Sabtu (8/2) siang. Korban baru bisa dievakuasi ke rumah tetangga setelah nyala api mulai mengecil.
Kapolres Sikka AKBP Rickson Situmorang kepada wartawan menjelaskan polisi mengetahui peristiwa kebakaran rumah milik Lorensius Sengga dan Paulina Ursula itu setelah medapatkan laporan dari Kepala Dusun Lisabetho Eusebius Mego. Aparat Polsek Paga langsung terjun ke lokasi ikut memadamkan api dan membantu mengevakuasi korban.
Masyarakat membantu memadamkan api
Keterangan Lorensius Wero, seorang saksi mata, saat itu melihat pemilik rumah berlari dari dalam rumah menuju ke halaman rumah. Sambil berlari, Lorensius Sengga dan Paulina Ursula berteriak minta tolong karena rumahnya terbakar. Ketika itu api sudah menjalar besar dari dalam rumah.
Kobaran api sudah menjilat sampai ke lantai dua. Danielo saat itu tengah berada di teras rumah lantai dua. Laki-laki malang berusia 5 tahun itu terjebak dalam kobaran api.
“Korban berada di teras rumah tingkat kedua yang sedang dikelilingi api. Dia berteriak minta tolong sambil melambai-lambai kedua tangannya kepada kedua orangtuanya. Tapi orang tua korban panik dan tidak bisa menolong korban. Akibatnya korban terbakar api hingga meninggal dunia,” jelas Kapolres Sikka.
Menurut Kapolres Sikka dugaan awal api berasal dari kompor. Sementara kerugian material sekitar Rp 100 juta.
Aparat Polsek Paga telah meminta pemeriksaan visum, sekaligus meminta keterangan saksi-saksi. Paskah peristiwa ini, situasi aman dan terkendali.*** (eny)