Kelompok Cipayung Desak Pemkab Sikka Lakukan Karantina Terpusat Penumpang Lambelu

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 5 April 2020 - 19:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 88 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah seorang mahasiswa sedang berorasi, Minggu (5/4) di Pelabuhan Laurens Say Maumere, menolak kehadiran KM Lambelu

Salah seorang mahasiswa sedang berorasi, Minggu (5/4) di Pelabuhan Laurens Say Maumere, menolak kehadiran KM Lambelu

Maumere-SuaraSikka.com: Puluhan aktifis mahasiswa dari Kelompok Cipayung mendesak Pemkab Sikka melakukan karantina terpusat bagi penumpang KM Lambelu yang akan bersandar di Pelabuhan Laurens Say Maumere, Senin (6/4) besok.

Seruan ini disampaikan dalam aksi demo yang berlangsung di Pelabuhan Laurens Say, Minggu (5/4). Aksi di depan Kantor Bea Cukai Maumere itu sendiri akhirnya dibubarkan polisi karena tidak mengantongi izin keramaian.

Kelompok Cipayung yang terdiri dari aktifis PMKRI Maumere dan GMNI Maumere melayangkan 11 tuntutan. Dari 11 tuntutan tersebut, 1 tuntutan ditujukan kepada pemerintah pusat, dan 1 tuntutan ditujukan kepada PT Pelni.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepada pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Perhubungan, Kelompok Cipayung mendesak untuk segera mengeluarkan surat larangan sementara terhadap pelayanan pelayaran kapal penumpang dan layanan maskapai penerbangan yang masuk ke Kabupaten Sikka.

Sementara tuntutan kepada PT Pelni yakni mendesak Pelni dan agen pelayaran penumpang untuk bertanggungjawab sepenuhnya jika penumpang yang ada di atas kapal terinfeksi Covid 19.

Tuntutan lain yakni mendesak pemerintah daerah setempat untuk secara tegas berkomitmen menolak berlabuhnya KM Lambelu di Pelabuhan Laurens Say.

Baca Juga :  Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius

Jika dipaksakan untuk berlabuh, Kelompok Cipayung meminta Pemkab Sikka berkoordinasi dengan Pelni Maumere agar berlabuh pada siang hari, sehingga proses pengawasannya lebih efektif.

Kelompok Cipayung juga menawarkan langkah-langkah solutif. Mereka meminta agar dilakukan pendataan secara detail dan menyeluruh terhadap para penumpang agar bisa diketahui tempat asal keberangkatan dan tujuan penumpang.

Satgas Covid Sikka diminta melakukan pengawasan semaksimal mungkin di pintu masuk dan pintu keluar, dan keluarga penumpang tidak diperbolehkan masuk untuk menjemput penumpang yang turun.

Selain itu, Kelompok Cipayung juga menyinggung penumpang yang bukan tujuan Kabupaten Sikka. Mahasiswa mendesak Pemkab Sikka berkoordinasi dengan pemerintah daerah lainnya di Flores dan Lembata, agar menyiapkan kendaraan khusus bagi penumpang ke daerah tujuan masing-masing.

Kelompok Cipayung juga mendesak Pemkab Sikka menyiapkan lokasi karantina terpusat bagi penumpang asal Kabupaten Sikka. Hal ini untuk memudahkan pengawasan selama masa karantina.

“Pemerintah tidak memperbolehkan para penumpang yang datang dari daerah terpapar Covid 19 untuk karantina mandiri di rumah. Pemerintah harus menyiapkan tempat untuk karantina terpusat agar bisa terkontrol dengan baik,” demikian salah satu solusi yang ditawarkan.

Baca Juga :  Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Pada bagian lain tuntutannya, aktifis mahasiswa ini mendesak Pemkab Sikka untuk segera mengadakan swab sebagai alat mendeteksi virus corona.

Aksi yang berlangsung sekitar pukul 15.30 Wita ini melibatkan puluhan aktivis mahasiswa. Mereka membawa sebuah spanduk besar dan berbagai poster yang isinya meminta penutupan sementara pelayaran kapal penumpang milik Pelni.

Tampak hadir Ketua PMKRI Maumere Yuliana Bara dan Ketua GMNI Maumere Alvinus Ganggung. Baru setengah jam aksi, mendadak aparat kepolisian datang dan membubarkan. Para aktifis mahasiswa digelandang ke Mapolres Sikka.

Hingga saat ini belum diketahui berapa banyak penumpang KM Lambelu yang besok malam akan turun di Maumere. Sebagai perbandingan, pada pelayaran minggu lalu, sebanyak 929 penumpang KM Lambelu yang turun melalui Pelabuhan Laurens Say Maumere.

Sebagaimana rute pelayaran, KM Lambelu bertolak dari Nunukan, Tarakan, Balikpapan, Makasar, Baubau, Maumere, Larantuka, Baubau, Makasar, Balikpapan, Tarakan, dan kembali ke Nunukan.*** (eny)

Berita Terkait

Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta
SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan
Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih
49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi
Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:31 WITA

Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:43 WITA

SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:36 WITA

Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:59 WITA

Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:45 WITA

Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:49 WITA

Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:27 WITA

Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:23 WITA

Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Berita Terbaru