Maumere-SuaraSikka.com: Kebijakan Pemkab Sikka mengkarantinakan penumpang KM Lambelu mendapat tantangan. Warga di sekitar sekolah-sekolah yang akan dijadikan tempat karantina, ramai-ramai menolak kebijakan ini.
Pantauan media ini Senin (6/4), sejak mengetahui SDI Wairklau sebagai lokasi karantina, warga Perumnas di Keleurahan Madawat Kecamatan Alok langsung bereaksi. Mereka membentang spanduk menolak sekolah tersebut dijadikan tempat karantina.
Aksi penolakan pun bermunculan di mana-mana. Seperti terjadi di SDI Madawat dan SDI Santo Yosef, warga Kelurahan Kabor dan Kelurahan Kota Uneng yang berada di sekitar dua sekolah ini pun bereaksi sama. Mereka menolak dua sekolah ini dijadikan tempat karantina.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Warga di sekitar SD Tingkat Madawat di Kelurahan Madawat, juga menolak sekolah itu dijadikan tempat karantina. Mereka mendesak pemerintah mencari tempat yang lebih nyaman, jauh dari pemukiman penduduk.
Sekretaris Satgas Covid Sikka Petrus Herlemus mengatakan seharusnya masyarakat tidak perlu kuatir dengan kebijakan pemerintah menjadikan sekolah-sekolah sebagai tempat karantina. Para penumpang KM Lambelu yang dikarantina di sekolah-sekolah, katanya, akan mendapatkan pelayanan sesuai protokoler pencegahan penularan virus corona.
“Untuk penempatan di sekolah, tidak usah kuatir, karena semua protokoler kita akan ikuti. Kemudian penjagaan yang ketat oleh tenaga kesehatan untuk pantau 1×24 jam,” jelas Petrus Herlemus yang juga Kepala Dinas Kesehatan di ruang kerjanya.
Dia mengatakan pemerintah daerah setempat melalui Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Sikka sudah menyiapkan 7 sekolah dengan total 60 ruangan kelas. Setiap ruangan kelas akan diisi 5 orang.
Namun apapun argumentasi Satgas Covid Sikka, warga sekitar sekolah-sekolah yang direcanakan sebagai tempat karantina, tetap menolak. Informasi terakhir dari Wakil Sekretaris Satgas Covid Sikka Mohamad Daeng Bakir pemerintah tengah menyiapkan Gedung Sikka Convention Center (SCC) di Jalan Ahmad Yani sebagai tempat karantina terpusat.*** (eny)















