Maumere-SuaraSikka.com: Banyak simpatisan yang menyalurkan makanan kepada warga yang sedang menjalani karantina massal di Gedung SCC dan Rujab Bupati Sikka. Namun dukungan simpati seperti itu harus melalui Satgas Covid Sikka.
Jurubicara Satgas Covid Sikka Petrus Herlemus membenarkan munculnya simpatisan yang menyalurkan makanan bagi 173 warga karantina. Dukungan simpati itu datang dari berbagai pihak, baik itu keluarga, maupun kelompok komunitas yang lebih besar.
Pemerintah daerah melalui Satgas Covid, kata dia, sangat berterima kasih atas dukungan para pihak yang menyalurkan makanan. Hanya saja, lanjutnya, apapun tujuannya, rasa simpati tersebut harus sepengetahuan tim kerja Satgas Covid.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tentu saja kita sangat berterima kasih. Hanya saja harus melalui pengawasan Satgas Covid. Jangan sampai niat baik ini justeru berdampak tidak baik dari sisi kesehatan dan keamanan,” ujar Petrus Herlemus saat memberikan keterangan pers, Jumat (10/4), di Aula Kantor Dinas Kesehatan Sikka di Jalan Eltari.
Petrus Herlemus yang juga Kepala Dinas Kesehatan Sikka mengatakan warga yang sedang menjalani karantina bisa saja sedang dalam kondisi gangguan psikologis. Karena itu apa saja bentuk simpati kepada mereka, sebaiknya dikoordinasikan dengan Satgas Covid Sikka.
Ketika ditanya tentang adanya informasi soal makanan basi di Rujab Bupati Sikka, Petrus Herlemus mengaku belum mengetahui informasi tersebut. Dia meyakini makanan yang disalurkan Satgas Covid melalui BPBD Sikka, sudah terjamin keamanan dan kesehatan terutama pertimbangam keseimbangan gizi.
Untuk sementara ini, yang sudah melakukan koordinasi dengan Satgas Covid dalam menyalurkan makanan yakni PT Pelindo III Pelabuhan Maumere. BUMN ini menyalurkan makanan selama masa karantina, untuk makan siang dan makan malam.*** (eny)















